Hingga Agustus 2026, Total 1,99 Juta Rekening Nasabah Bank Sumut Terdaftar di LPS
Redaksi - Sabtu, 26 September 2026 15:54 WIB
Poto: Istimewa
Kunjungan kerja Badan Supervisi LPS bersama Komisi XI DPR RI dan OJK ke Bank Sumut, pada Jumat (25/9/2026).
drberita.id -Sekira 1,99 juta rekening nasabah Bank Sumut terdaftar dalam program penjaminan simpanan di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jumlah rekening tersebut tercatat hingga per Agustus 2026.
Direktur Eksekutif Keuangan dan Investasi LPS Hafiz As'adi mengatakan Bank Sumut telah memenuhi kewajiban program penjaminan, termasuk pembayaran premi tepat waktu dan sesuai ketentuan.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, hampir seluruh rekening simpanan nasabah Bank Sumut tercatat dalam cakupan program penjaminan LPS," ujar Hafiz dalam kunjungan kerja Badan Supervisi LPS bersama Komisi XI DPR RI dan OJK ke Bank Sumut, pada Jumat (25/9/2026).
Kepatuhan dan perlindungan nasabah menjadi bagian dari transformasi bisnis perseroan. Cakupan penjaminan tersebut tetap mengikuti ketentuan LPS, termasuk batas maksimal simpanan yang dijamin sebesar Rp.2 miliar per nasabah pada setiap bank serta persyaratan lain yang berlaku.
Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah memastikan pihaknya akan terus memperkuat edukasi kepada nasabah melalui customer service, frontliner, relationship manager, dan kanal digital.
"Transformasi Bank Sumut bukan hanya soal pertumbuhan bisnis. Kami ingin pertumbuhan itu dibangun dengan tata kelola, kepatuhan dan pengelolaan risiko yang semakin kuat," katanya.
Menurut Heru, Bank Sumut dari sisi bisnis akan terus mendorong peningkatan porsi kredit produktif. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tambahan kuota KUR yang diperoleh sebesar Rp.1 triliun menjadikan total kuota keseluruhan menjadi Rp2 triliun.
"Sekira Rp.800 miliar masih akan disalurkan hingga akhir tahun," tegas Heru.
Heru menjelaskan per Agustus 2026, aset Bank Sumut mencapai Rp.49,8 triliun atau tumbuh 4,8% secara tahunan. Dana pihak ketiga tercatat Rp.40,8 triliun, sedangkan kredit mencapai Rp.32,3 triliun dengan porsi kredit produktif sebesar 34,47%.
"Pertumbuhan kredit harus tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Kami ingin kredit tumbuh, tetapi kualitas aset dan pengelolaan risikonya juga harus semakin baik," ujar Heru.
OJK dalam pertemuan tersebut menyampaikan kondisi Bank Sumut secara umum tetap kuat, terutama dari sisi permodalan. Modal inti berada sekitar Rp.4,4 triliun dengan rasio kecukupan modal sekitar 21%.
Selain kredit produktif, Bank Sumut memperkuat transaction banking melalui digitalisasi, termasuk mobile banking dan QRIS merchant. Hingga Agustus 2026, transaksi QRIS merchant mencapai 3,6 juta transaksi senilai Rp.442,7 miliar, sementara transaksi mobile banking mencapai Rp.18,5 triliun.
Penguatan bisnis Bank Sumut berjalan seiring dengan kepatuhan, tata kelola, dan edukasi penjaminan simpanan dengan mengedepankan kepercayaan nasabah sebagai fondasi dalam memperkuat resiliensi likuiditas bank.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Meski Beda Keyakinan, Bantuan Anggota DPRD Labuhanbatu ke Masjid Al-Huda Viral di Media Sosial
Komut Bank Sumut dan Rombongan Pemprovsu Akan Berkunjung ke Tianyuan Group Limited di Tiongkok
OJK Beri Penghargaan ke Bank Sumut Sebagai Bank Teraktif Lalukan Literasi Keuangan
Komisi VII Ingatkan Bank Sumut Plafon KUR Rp.100 Juta Tidak Dibebani Agunan Tambahan
Bank Sumut Kini Layani Pembayaran PBB Kota Batam
DPRD Kota Medan Soroti Qresto Bank Sumut: Perlu Diperbanyak Agar Lebih Luas
Komentar