Jaga Rupiah Dana BOS, Bank Sumut dan Dinas Pendidikan Wujudkan Tata Kelola Sekolah Berbasis Digital
Redaksi - Rabu, 12 Agustus 2026 13:29 WIB
Poto: Istimewa
Bank Sumut bersama Dinas Pendidikan Provinsi memperkuat tata kelola Dana Bantuan Operasional (BOS) Satuan Pendidikan.
drberita.id -Bank Sumut bersama Dinas Pendidikan Provinsi memperkuat tata kelola Dana Bantuan Operasional (BOS) Satuan Pendidikan melalui penerapan transaksi non-tunai dan pemanfaatan layanan digital. Agar pengelolaan keuangan sekolah yang lebih transparan, akuntabel, aman, efisien, dan mudah ditelusuri.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Sumut Net Corporate, SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah), dan Program Kemitraan Sekolah, di Aula Kantor Bank Sumut, Medan, pada 10-11 Agustus 2026.
Kegiatan itu merupakan bagian dari penerapan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 11 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Transaksi Non Tunai.
Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah mengatakan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran dan sarana prasarana, tetapi juga oleh kualitas tata kelola keuangan di satuan pendidikan.
"Sekolah yang baik membutuhkan tata kelola yang baik. Pengelolaan keuangan harus transparan, administrasinya tertib, dan didukung sistem yang mampu membuat pekerjaan lebih cepat, efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan," ujar Heru.
Menurut Heru, digitalisasi harus memberikan manfaat nyata bagi sekolah. Teknologi tidak sekadar menggantikan proses manual, tetapi harus mampu menyederhanakan pekerjaan, meningkatkan keamanan transaksi, memperkuat pengawasan, serta memastikan setiap aktivitas keuangan tercatat dan dapat ditelusuri.
Melalui Sumut Net Corporate, Bank Sumut mendukung sekolah dalam melakukan transaksi keuangan secara digital sehingga aktivitas pembayaran dan pemindahbukuan dapat dilakukan secara lebih praktis dan terdokumentasi.
Sementara itu, SIPLah mendukung proses pengadaan kebutuhan sekolah agar berlangsung lebih tertib, efisien, dan transparan sesuai ketentuan.
"Bank Sumut ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola dan ekosistem pendidikan. Digitalisasi harus membuat pengelolaan anggaran semakin mudah sekaligus semakin akuntabel," kata Heru.
Heru menambahkan, keberhasilan penerapan transaksi non-tunai tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Sosialisasi akan dilanjutkan dengan bimbingan teknis agar kepala sekolah, bendahara, dan operator BOS memahami penggunaan layanan serta mampu menerapkannya secara tepat.
Penerapan transaksi non-tunai dan layanan digital tersebut akan dilakukan secara bertahap pada satuan pendidikan negeri maupun swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
Kolaborasi Bank Sumut dan Dinas Pendidikan Sumatera Utara diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi diterapkan juga dalam pengelolaan keuangan sehari-hari di seluruh satuan pendidikan.
Bagi Bank Sumut, penguatan tata kelola Dana BOS merupakan bagian dari peran sebagai BUMD sekaligus bank pembangunan daerah dalam mendukung pemerintah daerah dan memperkuat ekosistem pendidikan Sumatera Utara.
Dengan transaksi yang tercatat, pengadaan yang lebih tertib, dan pengelolaan keuangan yang dapat ditelusuri, kolaborasi ini diharapkan memastikan setiap rupiah anggaran sekolah dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Utara.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Terang Dewi Susanti Ujung mengatakan transaksi non-tunai penting untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran sekolah.
"Jadikan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas layanan, bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi," ujar Terang.
Menurutnya, setiap transaksi yang tercatat dan dapat ditelusuri akan membantu sekolah memiliki administrasi keuangan yang lebih jelas, sekaligus mengurangi potensi kesalahan dan kesalahpahaman dalam pengelolaan anggaran.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Meski Beda Keyakinan, Bantuan Anggota DPRD Labuhanbatu ke Masjid Al-Huda Viral di Media Sosial
Komut Bank Sumut dan Rombongan Pemprovsu Akan Berkunjung ke Tianyuan Group Limited di Tiongkok
Sugiat Santoso Ajak Mahasiswa Bangun Negeri Dukung Program Prabowo
Hingga Agustus 2026, Total 1,99 Juta Rekening Nasabah Bank Sumut Terdaftar di LPS
Pendidikan Gratis ala Prabowo Tanpa Syarat
OJK Beri Penghargaan ke Bank Sumut Sebagai Bank Teraktif Lalukan Literasi Keuangan
Komentar