Pengakuan Petani Sergai: Bulog Beli Gabah di Bawah Harga Standar, Ini Kejahatan
Redaksi - Kamis, 28 Agustus 2025 20:08 WIB
Poto: Istimewa
Logo Bulog
Tentu saja hal tersebut membuat petani sangat kecewa kepada Bulog yang seharusnya betugas dan menjaga keputusan pemerintah. Tapi justru Bulog yang melanggar keputusan pemerintah itu sendiri.
Pengakuan sama disampaikan Darianto (40), salah seorang petani, warga Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, Sumatera Utara. Darianto mengaku menjual gabah hasil panen ke Bulog hanya Rp 6.250/Kg dengan alat sabit komben. Sedang gabah yang dipanen dengan alat odong odong diambil agen Rp 6.400/Kg.
"Ada apa ini? Apakah beda harga gabah di Sumut dengan provinsi lainnya di Indonesia," ujar Darianto.
Pemerintah sebetulnya sudah menetapkan harga gabah siap panen sebesar Rp 6.500/Kg. Ini sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.
Melalui Inpres ini, juga telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras jenis medium Rp 13.100/Kg. Akan tetapi, hingga saat ini, harga beras di pasaran melonjak sangat tinggi dan sulit dijangkau. Bahkan mencapai Rp 15.000 - Rp 17.000/Kg.
Abyadi Siregar dan Iqbal pun sangat menyesalkan Bulog yang membeli gabah siap panen petani di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kami berharap, masalah ini jangan dibiarkan. Semua elemen masyarakat harus mengawasi kejahatan Bulog ini," tegas Abyadi Siregar yang juga Direktur MATA Pelayanan Publik tersebut.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Bandar Judi Tebak Angka Hongkong di Pantai Cermin Ditangkap Polres Sergai
Investor Tiongkok Akan Ujicoba Mobile Grain Dryer Pengering Gabah di Langkat
Jotaris Adukan Roncas, Jasmen, dan Junes ke Polda Sumut Terkait Laporan Palsu di Polres Sergai
MES Sergai Dilantik, Bupati Kritik Tingginya Praktik Pinjol dan Rentenir di Masyarakat
Rahudman Harahap Ajak Petani Pilih Pasangan AMIN
Warga 2 Kecamatan di Sergai Undang Silaturahmi Rahudman Harahap
Komentar