Warga Membludak Saat Sosialisasi Perda Sampah Digelar, Camat Medan Timur Tak Hadir
Redaksi - Minggu, 24 Agustus 2025 17:57 WIB
Poto: Istimewa
Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri,
drberita.id -Puluhan warga tetap antusias mengikuti Sosialisasi Peraturan (Sosperda) Daerah Tahap II Tahun 2025 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, meski kawasan Medan Timur diguyur hujan deras, Sabtu 23 Agustus 2025.
Sosper tersebut membahas Perda No. 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan, yang merupakan revisi atas Perda No. 6 Tahun 2015.
Namun di balik antusiasme warga, absennya Camat Medan Timur dalam kegiatan yang membahas langsung permasalahan lingkungan di wilayahnya cukup disayangkan. Pihak kecamatan hanya mengirimkan perwakilan, Lexson Manalu, untuk memberikan tanggapan dan menampung keluhan masyarakat.
Padahal, perda yang disosialisasikan mewajibkan peran aktif kecamatan, termasuk pelaporan berkala setiap tiga bulan mengenai pengelolaan sampah di wilayah masing masing. Kehadiran langsung camat tentu dinilai penting sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menyikapi persoalan sampah yang sudah lama menjadi keluhan warga.
Dalam forum diskusi, sejumlah warga mengeluhkan kondisi tempat penampungan sementara (TPS) yang kerap penuh dan bau, akibat masih banyak masyarakat, terutama dari luar lingkungan yang membuang sampah sembarangan. Meski pembersihan rutin dilakukan setiap sore, tumpukan baru tetap muncul.
Pihak kecamatan melalui perwakilannya berjanji akan menindaklanjuti dengan menurunkan mandor untuk meningkatkan pengawasan. Namun solusi ini dinilai masih bersifat sementara, dan belum menyentuh akar masalah, yakni lemahnya kontrol serta kurangnya fasilitas penunjang yang memadai.
Perda No. 7 Tahun 2024 menambahkan sejumlah pasal baru, termasuk sanksi pidana dan denda bagi pelanggar. Namun tanpa pengawasan dan penegakan yang konsisten, regulasi ini berpotensi hanya menjadi formalitas di atas kertas.
Di sinilah pentingnya keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintahan, termasuk camat dalam memastikan perda tidak hanya disosialisasikan, tetapi juga dijalankan.
Lailatul Badri kembali mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari rumah. Namun, ia juga berharap pihak pemerintah dapat lebih aktif memberikan pembinaan dan dukungan di lapangan.
Kehadiran warga yang begitu tinggi dalam kondisi cuaca ekstrem menjadi bukti bahwa masyarakat sebenarnya peduli terhadap lingkungannya. Namun kepedulian tersebut perlu ditopang dengan kehadiran nyata dari aparat pemerintah, tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara fisik dan kebijakan.
Karena membangun kota yang bersih dan sehat tidak bisa hanya mengandalkan masyarakat. Perlu komitmen bersama, dan itu dimulai dari pemimpinnya.
(Yudha)
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
DPRD Medan Marah Bantuan Warga Dipotong Kepala Lingkungan, Camat: Sudah Kita Kasih SP1
Camat Medan Kota Luruskan RTH Jalan Turi Jadi Lokasi TPS Sementara Sambut Piala AFF U19
Warga Jalan Turi Tolak Rencana Walikota Medan Alihfungsi RTH Jadi TPA Sampah
DPRD Medan Makan Gaji Buta, Tak Peka Masalah Warga
Rico Waas Cuek, Paul Janji RPD City View ke Puluhan Warga
DPRD Medan Minta Pembelian 2001 Becak Sampah Untuk Program Pembangkit Listrik
Komentar