5 Bulan Surat Kwarcab Gerakan Pramuka Medan Ditahan, Apakah Walikota Tidak Respon?

Artam - Senin, 24 November 2025 11:06 WIB
5 Bulan Surat Kwarcab Gerakan Pramuka Medan Ditahan, Apakah Walikota Tidak Respon?
Poto: Istimewa
Walikota Medan Rico Waas
drberita.id -Surat audensi Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan kepada Walikota Rico Waas sampai saat ini belum ada jawaban. Padahal, surat sudah masuk ke Bagian Umum Pemko Medan sejak Juli 2025.

Musyawarah cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kota Medan harus segera dilaksanakan, mengingat kekosongan pimpinan kwarcab pasca ditinggal Topan Ginting.

Surat audensi dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Medan itu sudah 3 kali dilayangkan ke Bagian Umum Pemko Medan, sejak Juli hingga November 2025.

Surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Medan Disti Nuaridho, dengan tembusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan.

Kabarnya pun sudah ada 2 nama calon ketua yang telah mendaftar, yaitu Ridho dan Budi. Pendaftaran calon ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Medan pun telah ditutup.

Namun belum ada respon dari Walikota Medan Rico Waas. Apakah Rico menolak 2 nama tersebut, atau benar surat audensi belum diberikan kepadanya?

Sementara, pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Utara telah dilantik oleh Gubernur Bobby Nasution pada Sabtu 22 November 2025. Ketua yang dilantik yaitu Dikky Anugerah Panjaitan, yang menggantikan Topan Ginting karena ditangkap oleh KPK pada akhir Juli 2025.

Kepala Bagian Umum Pemko Medan Ridho Nasution yang dikonfirmasi terkait surat audensi Kwarcab Gerakan Pramuka yang sampai saat ini belum diterima Walikota Rico Waas, terkesan berkilah. Ridho mengatakan surat sudah diberikan kepada OPD terkait.

"Terkait mengagendakan audensi bukan berada di bagian yang saya amanahi. Semua surat langsung kita sampaikan ke OPD masing masing. Memang Surat semua masuk ke kita, baru kita distribusikan ke OPD atau bagian yang ada di sekretariat. Kalau audensi dan acara itu ke protokol kita sampaikan. Dulu protokol dibawah Kabag Umum, sekarang protokol sudah jadi kabag sendiri. Nanti coba follow up ke Fitra Ritonga (Plt Kabag Protokol)," jawab Ridho Nasution, Minggu 23 Nobember 2025.

Plt Kepala Bagian Protokol Pemko Medan Fitra Ritonga juga belum bisa memastikan kapan Kwarcab Gerakan Pramuka Medan bisa diterima audensinya oleh Walikota Rico Waas.

"Terkait surat audensi, setelah disposisi akan ke protokol. Terkait audensi menyesuaikan jadwal kegiatan yang ada. Mohon dimaklumi. Akan coba difollow up kembali ya," jawab Fitra.

Ada kesan yang berkembang bahwa Walikota Medan Rico Waas dibatasi untuk bertemu dengan pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka, mengingat musyarawah cabang (Muscab) segera dilaksanakan.

Kabar lain juga mengatakan bahwa Walikota Medan Rico Waas tidak mendukung salah satu calon ketua Kwarcab Gerakan Pramuka yang sudah merasa terpilih jadi ketua dari pemilik suara masing masing kwartir ranting tingkat kecamatan.

Anehnya, dukungan dari kwartir ranting tersebut kabarnya dikondisikan oleh oknum pejabat Pemko Medan kepada para camat, agar mendukung salah satu calon ketua Kwarcab Gerakan Pramuka yang dipromosikan oleh seorang tokoh gerakan pramuka dari kalangan PNS.

Namun begitu, Walikota Medan Rico Waas kabarnya pun telah mengetahui gerakan monopoli oknum pejabat tersebut kepada para camat untuk mendukung salah calon ketua. Namun Rico Waas kurang respek dengan calon ketua yang didukung oknum pejabat itu.

Gerakan Pramuka di Kota Medan selama dipimpin Topan Ginting terkesan kurang berkembang. Pembinaan kader Gerakan pramuka yang dilaksanakan pun terkesan dadakan saja menjelang kegiatan yang bersumber dari uang negara.

Tidak terlihat pembinaan berkelanjutan dari kwarcab melalui kwaran di tingkat kecamatan kepada gugus depan setiap akhir pekan. Gerakan pramuka pun terkesan menjadi alat kekuasaan untuk mendapatkan uang.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru