Prabowo Akan Sikat Korporasi Penyebab Karhutla

Redaksi - Rabu, 21 Oktober 2026 23:04 WIB
Prabowo Akan Sikat Korporasi Penyebab Karhutla
Poto: Istimewa
Presiden Prabowo Subianto.
drberita.id -Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya keterlibatan manusia dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Penegak hukum diperintahkan mengusut tuntas penyebab karhutla dan menindak tegas pihak yang terbukti bersalah.

Prabowo bahkan menyebut tindakan yang memicu karhutla terjadi sebagai terorisme ekologi karena dampaknya mengancam kesehatan jutaan masyarakat.

"Ternyata hasil penyelidikan kita di lapangan bahwa fenomena karhutla tidak semata-mata alamiah. Ada campur tangan manusia, dan menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana, Jakarta, pada Rabu 21 Oktober 2026.

Presiden memerintahkan kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, dan unsur intelijen untuk menyelidiki keterlibatan para pihak yang menyebabkan karhutla tersebut.

"Saya minta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki itu karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggungjawab," katanya.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa masyarakat turut menangkap sejumlah oknum yang diduga sengaja membakar lahan. Menurutnya, kesengajaan dalam memicu karhutla tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa, mengingat dampaknya yang luas terhadap kehidupan masyarakat.

"Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita. Kita tidak boleh menganggapnya remeh," katanya.

Prabowo menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar aturan dan terlibat dalam karhutla. Ia menyatakan pencabutan izin usaha menjadi salah satu langkah yang akan ditempuh jika bukti pelanggaran telah jelas.

"Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar, kita sikat," tegasnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru