Lodewyk Sebut Mantan Kapala BGN Miliki Dapur MBG dan Catut Nama Presiden

Redaksi - Jumat, 21 Agustus 2026 06:47 WIB
Lodewyk Sebut Mantan Kapala BGN Miliki Dapur MBG dan Catut Nama Presiden
Poto: Istimewa
Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

drberita.id -Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Dayeng terungkap memiliki unit dapur pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu diungkap Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Kamis 20 Agustus 2026.

Bahkan Lodewyk menyebut Nanik kerap mencatut nama Presiden Prabowo Subianto. Ia pun membeberkan peranan internal lembaga dalam perkara dugaan korupsi program MBG.

"Karena saya mau jelaskan ini, Ibu Nanik itu juga punya dapur. Dia setiap saat telepon saya waktu itu dan dia gunakan itu namanya Pak Presiden 'Ini punya Pak Presiden, ini punya Pak Presiden, Ibu ini temennya Pak Presiden'," kata Lodewyk yang hadir secara daring.

Menurut Lodewyk, informasi itu perlu diungkap secara terbuka di hadapan majelis hakim dalam sidang agar semua mengetahui dinamika internal BGN. Sehingga segala persoalannya jadi terang benderang.

"Saya harus bicara apa adanya di sini sehingga jelas ya, biar jelas semuanya ini," tegas purnawirawan jenderal bintang dua TNI ini.

Lodewyk kemudian memaparkan struktur pimpinan MBG di bawah kendali Dadan Hindayana. Dia menyebut BGN sempat punya tiga wakil kepala yang dilantik pada 17 September dengan pembagian portofolio tugas berbeda.

"Saya ditunjuk oleh Pak Dadan sebagai Waka BGN bidang organisasi dan hubungan antar lembaga. Kemudian Pak Sony (Sony Sonjaya) bidang operasional, kemudian Ibu Nanik itu investasi. Jadi kegiatannya jadi tiga ya. Kami bertiga wakil itu membantu Pak Dadan," kata Lodewyk.

Dalam kesempatan itu, Lodewyk turut membantah perihal tudingan yang menyebut dirinya melakukan intervensi terhadap pengadaan barang dan jasa di BGN. Dia menyatakan posisinya sebagai wakil kepala tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi proses pengadaan.

"Saya paham betul bahwa saya ini hanya wakil. Sehingga saya tidak mungkin mengintervensi pengadaan-pengadaan itu. Terus terang saya rapat pengadaan itu tidak pernah diundang. Saya tidak pernah ikut dalam rapat pengadaan," terang Lodewyk.

Menurut pengakuan Lodewyk, dia hanya pernah sekali ikut dan memimpin rapat. Tapi rapat itu berkaitan dengan teknologi informasi (IT) yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian untuk membahas perangkat IT yang akan diserahkan kepada Perum Gizi.

"Saya ingat saya hanya satu kali saya memimpin rapat itu. Itu di gedung Kementerian Pertanian. Saya pimpin untuk membahas IT ya," katanya.

"Di situ terus dirumuskan IT apa yang mau diserahkan kepada perum gizi, itu perum gizi atau apa. Dan saya katakan di situ bahwa ini saya tidak akan ikut campur di tempat ini," sambung Lodewyk.


Sumber: Liputan6

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru