Ragam Aksi Inspiratif KKN 34 Mahasiswa UINSU di Huta III Dolok Simalungun
Redaksi - Sabtu, 05 September 2026 11:52 WIB
Poto: Istimewa
Mahasiswa UINSU melaksanakan KKN, di Desa Huta III Dolok Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.
drberita.id -Sebanyak 34 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), di Desa Huta III Dolok Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun selama satu bulan, dimulai 27 Juli hingga 28 Agustus 2026.
Puluhan mahasiswa KKN UINSU ini berasal dari Fakultas Syari'ah dan Hukum, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuludin dan Studi Islam.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UINSU memberikan edukasi pencegahan, penanganan stunting bagi masyarakat, dan aksi gizi dirangkai dengan Integrasi Layanan Primer (IPL) berkolaborasi dengan Puskesmas setempat.
"Dalam pelaksanaan IPL ini, mahasiswa KKN, ikut serta memberikan edukasi hidup sehat terhadap masyarakat, seperti ibu hamil, warga memiliki balikan dan masyarakat yang lanjut usia," kata Ketua KKN UINSU Huta III Dolok 2026, M. Fikri Pratama, dalam keterangan persnya, Sabtu 5 September 2026.
Kemudian, mahasiswa KKN UINSU berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 098023 Kampung Dolok Bangun, dengan memberikan edukasi dan pencegahan dampak bullying.
Fikri mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai wujud mahasiswa memiliki dengan kepedulian terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
"Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai apa yang dimaksud dengan bullying, berbagai bentuk perundungan, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban maupun lingkungan sekolah," jelas Fikri.
Fikri menjelaskan dalam enyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Para siswa juga diajak untuk mengenali berbagai tindakan yang dapat dikategorikan sebagai bullying, mulai dari mengejek, memberikan julukan yang menyakitkan, mengucilkan teman, melakukan kekerasan fisik, hingga tindakan lain yang dapat membuat seseorang merasa takut, malu, atau tertekan.
"Mahasiswa KKN menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan menyayangi antarsesama siswa. Mereka mengajak siswa untuk tidak ikut melakukan bullying, tidak menjadi penonton yang membiarkan perundungan terjadi, serta berani melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila melihat tindakan perundungan," sebut Fikri.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat mengenai pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan teman-teman di lingkungan sekolah.
"Mahasiswa KKN juga memberikan contoh sederhana mengenai cara menyelesaikan konflik antarteman dengan komunikasi yang baik tanpa menggunakan kekerasan," kata Fikri.
Fikri juga mengatakan mahasiswa KKN UINSU Huta III Dolok berharap para siswa dapat memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman dan dihargai.
Lalu, dukasi mengenai bullying diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran siswa untuk menciptakan budaya pertemanan yang positif.
"Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Dengan adanya kerja sama antara pihak sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat, diharapkan tindakan bullying dapat dicegah sejak dini sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa," jelas Fikri.
Selanjutnya, mahasiswa KKN UINSU juga melakukan edukasi lingkungan bersih, asri dan nyaman bebas dari sampah, mendirikan tempat sampah atau plang ecobrik. Sehingga masyarakat paham dengan sampah organik dan non-organik.
Tidak di situ saja, mahasiswa KKN UINSU juga menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Mahasiswa KKN bersama warga turut berpartisipasi dalam mempersiapkan serta menyukseskan kegiatan tersebut.
"Kami sangat bersyukur dapat melaksanakan kegiatan Maulid Nabi bersama masyarakat Huta III Kampung Dolok. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari," sebut Fikri.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa maupun masyarakat, khususnya dalam membangun kehidupan sosial yang rukun dan harmonis.
"Kami berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus dipertahankan. Moderasi beragama mengajarkan kita untuk saling menghargai, tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan, serta mengedepankan persatuan dan kedamaian," tambahnya.
Semangat kebersamaan terlihat dari antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan tersebut. Mahasiswa KKN dan masyarakat bersama-sama menciptakan suasana yang penuh kekeluargaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Huta III Kampung Dolok untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dan mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Sugiat Santoso Ajak Mahasiswa Bangun Negeri Dukung Program Prabowo
Imigrasi Medan Gandeng FABEM Sumut Suarakan Bahaya TPPO dan TPPM ke Mahasiswa
Pendidikan Gratis ala Prabowo Tanpa Syarat
Wakil Rektor UINSU Beri Tausiyah ke Alumni FISABI MAN 89 Medan
Daftar Mutasi 11 Pejabat Polri di Sumut: AKBP Hendri Nupia Dinka Barus Jabat Kapolres Simalungun
Polres Simalungun Bantah Terbitkan SIM Baru
Komentar