Bobby dan Adol Protes, Rico Waas Belum Bisa Dijumpai Jelang Porprovsu 2026
Redaksi - Jumat, 23 Oktober 2026 15:38 WIB
Poto: Istimewa
Walikota Medan Rico Waas.
drberita.id -Persiapan kontingen Kota Medan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII 2026 menuai sorotan. Sejumlah pengurus cabang olahraga mempertanyakan kejelasan koordinasi dan dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Porprovsu XII dijadwalkan berlangsung pada 7–15 November 2026. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, sejumlah pengurus cabang olahraga (Cabor) mengaku belum mendapatkan kepastian menyeluruh mengenai kebutuhan atlet, fasilitas latihan, perlengkapan pertandingan, hingga program pemusatan latihan.
Ketua Pengurus Kota Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengkot Kodrat) Kota Medan Bobby Oktavianus Zulkarnaen menyayangkan belum jelasnya mekanisme persiapan kontingen yang disampaikan Dispora Medan kepada cabor.
Menurut Bobby, informasi yang diterima sejauh ini masih berkaitan dengan penyediaan fasilitas tertentu, seperti pakaian dan sepatu atlet. Sementara itu, rencana pemantauan kesiapan masing-masing cabor belum mendapat kepastian.
"Belum ada (kejelasan). Dispora hanya memberikan kabar kepada cabor terkait persiapan fasilitas, seperti pakaian dan sepatu atlet. Sementara itu, untuk persiapan lainnya belum ada kejelasan dan masih seperti sebelumnya," ujar Bobby kepada wartawan, Kamis 22 Oktober 2026.
Apabila Dispora Medan mengambil-alih pengelolaan kontingen Porprovsu XII 2026, tanggung jawab semestinya dijalankan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga pemenuhan kebutuhan atlet dan cabor.
"Kalau memang mau mengambil alih kegiatan Porprovsu ini, seharusnya menyeluruh. Jangan hanya fasilitas yang ada anggarannya saja," tegasnya.
Bobby mengatakan, persiapan kontingen tidak cukup hanya dengan menyediakan perlengkapan tertentu. Koordinasi yang jelas dibutuhkan agar setiap cabor dapat menyusun program latihan, mempersiapkan atlet, dan mengetahui bentuk dukungan pemerintah menjelang pertandingan.
Kota Medan memiliki potensi olahraga yang besar di Sumatera Utara. Karena itu, pembinaan dan persiapan atlet perlu mendapat perhatian serius agar target meraih juara umum Porprovsu dapat diperjuangkan secara maksimal.
Ia pun berharap Walikota Medan Rico Waas melihat persoalan tersebut dari perspektif pembinaan dan prestasi olahraga, dengan mengutamakan kebutuhan para atlet.
"Pak Walikota bisa melihat ini langsung dari sisi olahraganya, jangan dari sisi politiknya. Rata-rata atlet ini tidak mengerti berpolitik. Yang penting bagi mereka adalah bermain dan berprestasi," katanya.
Ketidakjelasan pembagian tugas dan koordinasi, lanjut Bobby, dapat menyulitkan pengurus cabor dalam menentukan langkah persiapan. Padahal, waktu menuju kompetisi semakin terbatas.
"Kalau memang sejak awal Dispora mau memegang cabor sebagai peserta Porprovsu, seharusnya dilakukan dari awal. Dengan begitu, kami juga tahu harus melakukan apa untuk mengarahkan persiapan dan mewujudkan Medan menjadi juara umum," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Ketua Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Medan, Adol Frian Rumaijuk. Adol mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Dispora Medan yang meminta pendataan atlet dan tim untuk kebutuhan Porprovsu XII 2026.
Namun surat tersebut belum disertai penjelasan terperinci soal kebutuhan teknis dan dukungan persiapan bagi cabang olahraga. Data yang diminta sejauh ini meliputi nama pelatih, atlet, nomor rekening, dan jenis kelamin. Tapi informasi mengenai perlengkapan pertandingan, pakaian atlet, serta pemusatan latihan belum disampaikan secara jelas.
"Sejauh ini, Dispora kemarin ada menyurati kita untuk permintaan data tim. Namun, dalam surat itu tidak ada menyangkut peralatan pertandingan maupun kebutuhan lainnya. Untuk pemusatan latihan juga belum ada kejelasan," ujar Adol.
Pendataan atlet memang merupakan bagian penting dari persiapan kontingen. Namun, proses itu perlu diikuti dengan kepastian mengenai dukungan anggaran, perlengkapan, dan program latihan. Agar atlet dapat mempersiapkan diri secara optimal.
Adol berharap Pemko Medan segera memberikan respons untuk persiapan yang akan dijalankan. Kepastian tersebut penting agar pengurus cabor dapat menyesuaikan program pembinaan dengan kebutuhan pertandingan.
"Harapan kita bisa bertemu dengan walikota, ada tindak lanjut. Namun, sampai saat ini belum ada respons ataupun jadwal yang jelas, sehingga kita juga semakin pesimis," tutupnya.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Kontingen KORMI Medan Terbentur Pendanaan Ikut Porprovsu 2026
28 Cabor KONI Medan Protes Dispora, Ingin Betemu Walikota Rico Waas Bahas Pengelolaan Anggaran
Rico Waas Dukung Kontingen KONI Medan Pertahankan Juara Umum di Porprovsu 2026
Bobby Nasution Minta Tolong Jauhi Korupsi dan Pungli
Ketua DPRD Kota Medan Desak Bobby Nasution Segera Bayar DBH 2026
Dugaan Korupsi di Badan Pendapatan Kota Medan Terus Jadi Sorotan
Komentar