Edy Rahmayadi Buka Pelatihan SKPDB di Rindam
Artam - Kamis, 04 Juli 2019 18:42 WIB
drberita/istimewa
Edy Rahmayadi buka pelatihan penanggulangan darurat bencana
DINAMIKARAKYAT - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membuka kegiatan pelatihan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) bagi pimpinan Sekretariat Daerah dan Kepala BPBD kabupaten kota di Markas Resimen Induk Daerah Militer (Rindam), Pematangsiantar, Rabu 3 Juli 2019.
Kepada seluruh peserta Edy mengingatkan tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana. "Ini adalah satu kegiatan bela negara dalam rangka menyiapkan diri menghadapi bencana. Untuk itu di sini akan dijabarkan undang-undang tentang kebencanaan," kata Edy usai menjadi pembina upacara.
Hadir di antaranya Sekdaprov Sumut Sabrina yang juga menjadi peserta, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis, serta para Sekda dan Kepala BPBD kabupaten kota dengan jumlah seluruh peserta 250 orang.
Penanggulangan bencana menurut Edy, merupakan satu tugas bela negara yang harus dijalankan, khususnya pemerintahan. Karena itu kesiapsiagaan bencana, pimpinan (leader) adalah pemerintah. Pemerintah harus berada di depan dalam kesiapsiagaan bencana.
"Itu sepertinya mudah diucapkan (teori), tetapi sulit dilaksanakan. Ini perlu direncanakan dengan baik, karena begitu terjadi bencana, semua orang (yang terdampak) sedang kalut," sebutnya.
Begitu juga secara teknis, Edy menjelaskan bahwa pendirian posko siaga, penyiapan tempat logistik termasuk kesehatan, seluruhnya harus terkoordinasi dengan baik. Sebab kejadian bencana biasanya membuat orang kehilangan akses pangan meskipun sementara.
Kepada seluruh peserta Edy mengingatkan tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana. "Ini adalah satu kegiatan bela negara dalam rangka menyiapkan diri menghadapi bencana. Untuk itu di sini akan dijabarkan undang-undang tentang kebencanaan," kata Edy usai menjadi pembina upacara.
Hadir di antaranya Sekdaprov Sumut Sabrina yang juga menjadi peserta, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis, serta para Sekda dan Kepala BPBD kabupaten kota dengan jumlah seluruh peserta 250 orang.
Penanggulangan bencana menurut Edy, merupakan satu tugas bela negara yang harus dijalankan, khususnya pemerintahan. Karena itu kesiapsiagaan bencana, pimpinan (leader) adalah pemerintah. Pemerintah harus berada di depan dalam kesiapsiagaan bencana.
"Itu sepertinya mudah diucapkan (teori), tetapi sulit dilaksanakan. Ini perlu direncanakan dengan baik, karena begitu terjadi bencana, semua orang (yang terdampak) sedang kalut," sebutnya.
Begitu juga secara teknis, Edy menjelaskan bahwa pendirian posko siaga, penyiapan tempat logistik termasuk kesehatan, seluruhnya harus terkoordinasi dengan baik. Sebab kejadian bencana biasanya membuat orang kehilangan akses pangan meskipun sementara.
"Siapa berbuat apa. Itulah saat ini dilakukan pelatihan dan koordinasi kesiapan dalam penanggulangan bencana," tegasnya, yang sekaligus menyematkan pin tanda peserta pelatihan yang akan digelar selama empat hari. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Dompet Dhuafa dan PPJI Sumut Gelar REMEMBER 2026 Bagi Penyintas Bencana Alam di Tapanuli Selatan
Cahaya Obor Penyintas Bencana Alam di Aceh Tamiang Tetap Menyala Sambut Bulan Suci Ramadhan
Pemprov Sumut Efisiensi Anggaran Jelang Akhir Tahun, Ini Kata Pj Sekda Sulaiman
Kemendiktisaintek Sediakan Dana 50 Miliar Dukung Posko USU Peduli
Jonson Sihaloho: Agar Tidak Jadi Fitnah, Menkeu Purbaya Harus Jelaskan Uang Pemprov Sumut Rp. 3,1 Triliun
Puluhan Pejabat Eselon 3 Pemprov Sumut Kena Sanksi, 7 Orang Non-aktif Dibuat Bobby Nasution
Komentar