Terima Kunjungan Bank Bengkulu, Bank Sumut Komutmen Terapkan Four Eyes Principle

Pengelolaan Resiko Kredit
Redaksi - Kamis, 08 Februari 2024 21:36 WIB
Terima Kunjungan Bank Bengkulu, Bank Sumut Komutmen Terapkan Four Eyes Principle
Poto: Istimewa
Direktur Pemasaran Bank Sumut Hadi Sucipto terima kunjungan kerja Bank Bengkulu.
drberita.id -Bank Sumut dan Bank Bengkulu berkomitmen meningkatkan penerapan 'four eyes principle' dibidang perkreditan dan pengelolaan risiko kredit di masing masing bank. Penerapan four eyes principle tentunya dapat meminimalisir potensi resiko kredit yang ada.

Demikian disampaikan Direktur Pemasaran PT. Bank Sumut Hadi Sucipto didampingi Pemimpin Divisi Credit Review PT. Bank Sumut Faisal Panggabean, saat menerima kunjungan kerja dan benchmarking Bank Bengkulu Senin 5 Februari 2024.

Hadir dari Bank Bengkulu, Pemimpin Kredit Risk Bank Bengkulu Iswahyudi, dan Pemimpin Bagian Corporate, Komersial & UMKM Divisi Kredit Risk Ferthe Wijaya.

Hadi menyampaikan terselenggaranya kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan sharing knowledge dalam hal penerapan four eyes principles dalam bidang perkreditan dan pengelolaan risiko kredit di PT. Bank Sumut.

Four eyes princple dibidang perkreditan juga amanat dari penerapan prinsip kehati-hatian yang harus diterapkan oleh setiap bank, dan prinsip manajemen resiko untuk mitigasi resiko kredit

Four eyes principles dibidang perkreditan merupakan prinsip dimana keputusan kredit atau pembiayaan tidak hanya diputuskan hanya satu pihak saja dalam hal ini, unit atau cabang bisnis, tapi juga harus mendapat review atas aspek aspek perkreditan oleh pihak yang menangani resiko kredit dalam hal ini credit review.

Pemimpin Divisi Credit Review Bank Sumut Faisal Panggabean juga menjelaskan penerapan four eyes principles untuk perkreditan di Bank Sumut sudah dikembangkan implementasinya sejak 2017 dan semakin ditingkatkan sampai dengan sekarang.

"Penerapannya di kantor cabang Bank Sumut, seluruh kredit harus diputus kan 2 unit yang berbeda dalam hal ini Unit Bisnis dan Unit Credit Risk, baik itu dengan menggunakan Internal Credit Scoring atau Reviewer (manpower kredit Review)," pungkasnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru