Massa HKTI Asahan Bentrok Dengan Satpam PT BSP Kisaran, 5 Orang Terluka dan 2 Mobil Rusak

Redaksi - Kamis, 13 Agustus 2026 20:11 WIB
Massa HKTI Asahan Bentrok Dengan Satpam PT BSP Kisaran, 5 Orang Terluka dan 2 Mobil Rusak
Poto: Istimewa
Massa HKTI Asahan bentrok di Kantor PT BSP Kisaran.
drberita.id -Sebanyak 5 orang terluka dan 2 unit mobil pecah kacanya setelah terjadi bentrokan masyarakat dengan puluhan satuan pengamanan (Satpam) PT. BSP Kisaran, pada Kamis (13/8/2026).

Insiden berdarah itu terjadi ketika masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Asahan menggelar aksi damai di halaman kantor perkebonan sawit PT. BSP Kisaran.

Awalnya, ratusan massa kelompok tani menggelar aksi damai dengan berorasi menggunakan pengeras suara secara bergantian. Kedatangan massa untuk mempertanyakan alasan perusahaan menghancurkan Posko HKTI beberapa waktu lalu yang berdiri di lahan eks HGU PT BSP.

Massa yang mencoba masuk ke halaman kantor dihadang puluhan satpam dan kawat berduri. Para satpam terlihat bersiaga dengan tameng dan pentungan, serta mengerahkan anjing pemburu.

Massa pendemo yang berupaya menembus blokade pasukan satpam, mencoba memotong kawat berduri agar masuk ke kantor perusahaan. Upaya menembus blokade akhirnya memicu emosi puluhan satpam. Akhirnya terjadi aksi saling dorong dan saling lempar air mineral.

Suasana semakin memanas ketika puluhan satpam memukul beberapa massa pendemo. Massa yang mulai tersulut amar akhirnya membalas dengan kayu dan batu yang berserak di lokasi.

Akibat bentrokan itu sebanyak 5 orang massa mengalami luka dan 2 unit mobil pecah kacanya. Mobil sound system dan mobil pembawa massa. Insiden berdarah itu akhirnya bisa diatasi setelah petugas kepolisian tiba di lokasi.

Polres Asahan pun langsung melakukan pendekatan persuasif kepada massa dan meminta agar tidak anarkis.

Ironisnya, di tengah petugas berupaya melakukan pengamanan bentrok, puluhan satpam memicu susana semakin memanas ketika memukul seorang massa.

Hendra Syahputra (43), dikeroyok satpam setelah berupaya melerai salah seorang massa yang sedang bertengkar mulut dengan satpam PT BSP Asahan.

Pengeroyokan itu mengakibatkan pelipis mata kanan Hendra Syahputra pecah, tangan dan kepala luka pukulan pentungan. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit HAMS Kisaran.

Usai mendapat perawatan, Hendra Syahputra langsung visum untuk membuat laporan ke Polres Asahan.

"Ini perbuatan biadab dan sangat keji tidak berprikemanusiaan. Kami aksi damai datang ke kantor PT BSP itu mempertanyakan alasan penghancuran posko beberapa waktu lalu, dihadang kawat berduri dan beberapa ekor anjing," ujar Kordinator Aksi Syafruddin Harahap.

Menurutnya, perusahaan perkebunan sawit yang HGU nya sudah habis itu sangat otoriter. Pantas saja pemerintah tidak lagi memperpanjang HGU kepada PT. BSP Kisaran.

"Kalau persoalan ini tidak selesai dan perusahaan tidak bertanggungjawab, kita datang lagi dengan massa yang lebih besar. Apapun yang terjadi kita siap menghadapi konsekwensinya," tegas ujar Syafruddin yang lebih dikenal dengan Udin Menex.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru