Wartawan Minta Polisi Tangkap Preman Resahkan Komplek PWI Sumut

Artam - Senin, 25 Januari 2021 08:09 WIB
Wartawan Minta Polisi Tangkap Preman Resahkan Komplek PWI Sumut
Foto: Istimewa
Wartawan dan warga Komplek PWI Sumut rapat akbar bahas prrmanisme.

drberita.id | Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Hermasjah mengatakan saat ini para wartawan pemilik kavlingan di Komplek Perumahan PWI, Desa Sampali, dihantui rasa ketakutan akibat aksi barbar para preman.

Sampai saat ini, para preman yang dipimpin pria bermarga Galingging terus melakukan penyerobotan secara paksa atas tanah yang sudah dikuasai para wartawan sejak tahun 2004.


Akibat tidak tahan lagi dengan gangguan para preman, sekitar 70-an wartawan dan warga lainnya selaku pemilik kavlingan di Komplek Perumahan PWI, Sabtu 23 Januari 2021 kemarin, menggelar rapat akbar di kawasan Komplek Perumahan PWI, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua PWI Sumut Hermansjah dan Sekretaris Edward Thahir, dibahas aksi preman yang semakin beringas merampas tanah warga. Kelompok preman Galingging Cs itu telah merampas kavlingan perumahan nomor B-15 milik Nizam, wartawan yang juga Kepala Biro Harian Waspada di Rantau Prapat.

Di bawah komando Galingging Cs, para preman itu bahkan sudah membangun rumah di atas tanah milik Nizam tanpa sepengetahuan Nizam sendiri selaku pemilik kavlingan.


Dalam rapat tersebut, para wartawan juga membahas upaya untuk mengusir para preman. Termasuk dengan cara melapor ke pihak kepolisian. Sayangnya, dalam rapat itu terungkap kekecewaan para wartawan atas lambatnya layanan pengamanan pihak kepolisian.

Menurut Hermansjah, aksi premanisme yang merampas kavlingan tanah di Komplek Perumahan PWI Sampali itu sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan. Tapi, sangat disesalkan, tindakan kepolisian sangat lambat. Aksi para preman terus berlanjut. Bahkan, bangunan mereka kini sudah siap sekitar 60 persen.

Upaya untuk melaporkan tindakan barbar premanisme di kawasan Komplek Perumahan PWI Sampali, lanjut Edward Thahir, sudah berulangkali dilakukan. Secara kelembagaan, Hermansjah selaku ketua PWI Sumut dan Edward Thahir selaku sekretaris, bahkan sudah berkoordinasi langsung dengan Polsek Percut Sei Tuan.


Begitu juga ke Polrestabes Medan, PWI Sumut sudah berkoordinasi dan mengharapkan agar Polrestabes Medan mengambil langkah tegas membasmi para preman tersebut.

Sebelumnya, dua anggota keluarga wartawan pemilik kavlingan di Komplek Perumahan PWI Sampali, juga sudah melapor kepada pihak kepolisian atas tindakan premanisme yang sangat meresahkan. Keduanya adalah Keluarga Almarhun H. Nurdin Purba yang melapor ke Polsek Percut Sei Tuan akibat tindakan para preman yang terus melakukan pemerasan.


Kemudian, Alfian, yang melapor ke Polrestabes Medan akibat tindakan para preman yang mencoba merampas kavlingan tanahnya. Dan terakhir adalah laporan Nairul Nizam yang juga ke Polrestabes Medan.

Baca Juga :PBBD Akan Berdiri di Kabupaten Dairi

"Sayangnya, kami dan teman-teman wartawan warga komplek merasa kecewa atas layanan pengamanan pihak kepolisian ini. Padahal, tindakan para premanisme sudan sangat meresahkan. Apakah polisi menunggu kami bentrok dan bunuh bunuhan dengan para preman?" tegas Hermansjah.


art/drb

SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: Rilis
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru