Direktur PT. VCM Ngaku Jadi Korban Pembangunan Islamic Center Binjai

Bantah Proyek Dijual Putus
Redaksi - Sabtu, 15 Juli 2023 17:03 WIB
Direktur PT. VCM Ngaku Jadi Korban Pembangunan Islamic Center Binjai
Poto: Istimewa
PT. Viola Cipta Mahakarya (VCM).
drberita.id -Direktur PT. Viola Cipta Mahakarya (VCM) Bambang Hermawan akhirnya buka suara. Bambang mengaku menjadi korban dari proyek multi years pembangunan Islamic Center Kota Binjai. Proyek tersebut dikerjakan menggunakan APBD tahun 2022-2023 senilai Rp 47,5 miliar.

"Dalam proyek ini (Islamic Center) saya sebenarnya yang menjadi korban. Saya sudah habis banyak di awal pengerjaan lahan. Perusahaan saya dibilang mereka (Pemko Binjai) kolaps," ungkap Bambang Hermawan kepada DRberita di Jalan Amaliun Medan, Sabtu 15 Juli 2023.

Bambang pun membantah dirinya ada menjual putus proyek Islamic Center Kota Binjai ke PT. Manel Star (MS).

"Tidak ada saya menjual putus itu proyek ke PT. MS, saya yang mundur. Ini ada suratnya. Pemko Binjai yang tidak ada uang. Lihat saja sendiri kondisi proyek itu di lapangan, apa jalan?," kata Bambang.

Bambang juga mengatakan, PT. MS sebagai pemenang kedua dalam tender proyek, bukan membeli proyek Islamic Center Binjai dari dirinya.

"Yang menujuk PT. MS itu dari orang dinis. Mereka pemenang nomor dua, saya mundur otomatis mereka yang mengerjakan proyeknya. Kalau sekarang tidak jalan proyek itu, bukan urusan dan tanggung jawab saya lagi," jelasnya.

Informasi diperoleh DRberita, mundurnya PT. VCM dari proyek multi years pembangunan Islamic Center Binjai dikabarkan karena adanya tekanan dari kelompok tertentu diduga orang dekat dari Walikota Amir Hazah.

Kelompok tersebut, kabarnya juga yang awalnya akan dijadikan pemenang tender. Akan tetapi dipengumuman tender yang muncul sebagai pemenang akhirnya PT. VCM.

Kontrak PT. VCM pun mau dibuat pihak Dinas PUPR Binjai di awal Januari tahun 2023. Tetapi rencananya akan dibuat dengan tanggal mundur, karena uang di awal 2023 tidak ada. Pemko Binjai pun berencana menggunakan uang SiLPA APBD 2022 untuk mengerjakan proyek di awal senilai Rp 15 miliar.

Namun PT. VCM tidak mau, karena akan membiayai proyek dari awal hingga pencairan termin pertama dilakukan Pemko Binjai kepada mereka.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru