KPK Diminta Ungkap Dugaan Suap Proyek BRT Kota Medan dari World Bank

Artam - Minggu, 31 Mei 2026 18:43 WIB
KPK Diminta Ungkap Dugaan Suap Proyek BRT Kota Medan dari World Bank
Poto: Istimewa
Jalan SM Raja, jalur BRT Kota Medan.
drberita.id -Proyek bus rapid transit (BRT) yang sedang berjalan di Kota Medan menuai sorotan, karena adanya dugaan suap yang menguap. Proyek yang diusulkan pada tahun 2024 itu, kabarnya telah menjadi permasalahan di antara pejabat daerah di Sumut dan Kota Medan.

Proyek yang bersumber dari World Bank melalui Kementerian Perhubungan senilai Rp.1,14 triliun itu telah memicu reaksi dari kelompok Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK).

Ketua PERMAK Asril Hasibuan pun mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar membongkor dugaan suap yang terjadi pada proyek BRT di Kota Medan.

"Kita minta KPK segera membongkar dugaan suap di proyek BRT ini. Sudah sangat tercium, KPK pasti bisa periksa kontraktor proyek dan pejabat Pemko Medan sebagai pintu masuk fee proyek yang diterima," ucap Asri Hasibuan menjawab wartawan, Minggu 31 Mei 2026.

Dugaan suap mencuat lantara tren komunikasi Gubernur Sumut Bobby Nasution dengan Walikota Medan Rico Waas belakangan ini terlihat memanas, mulai dari kabar Rico Waas ke luar negeri hingga peristiwa komunitas lari masuk ke Stadion Teladan Medan, menjadi tanda-tanda adanya dugaan suap proyek BRT.

Asril menilai, proyek BRT yang diusulkan pada tahun 2024 saat Bobby Nasution masih Walikota Medan, memperkuat kabar yang beredar adanya dugaan suap proyek BRT tersebut.

"Rico Waas yang sekarang Walikota Medan kabarnya tidak merespon Bobby Nasution yang mengusulkan proyek (BRT) itu pada tahun 2024. Mungkin itu penyebabnya, hingga kabar dugaan suap ini berkembang di Kota Medan," katanya.

Asril pun menduga proyek BRT Kota Medan yang dikerjakan oleh perusahaan BUMN tidak luput dari permainan di bawah meja. "KPK bisa masuk ke situ, agar terungkap kabar suap itu, benar terjadi atau masih proses," katanya.

Proyek BRT Medan Binjai Deliserdang (Mebidang) adalah proyek transportasi massal perkotaan yang didukung Kementerian Perhubungan dan World Bank. Dirancang akan beroperasi pada 2027 dengan jalur khusus sepanjang 21 km dan 13 rute di kawasan metropolitan.

Proyek BRT tersebut dibangun mencakup 32 halte utama, 696 halte tambahan, serta pembangunan dua depo di Amplas dan Pinang Baris.

Total armada yang dibutuhkan kabarnya hingga ratusan unit bus, termasuk bus listrik ramah disabilitas dan lantai rendah Rute BRT mulai dari Terminal Amplas hingga Terminal Pinang Baris, melewati Lapangan Merdeka dan Stasiun Kereta Api Medan.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru