Meneladani Karakter Sunan Kalijaga, KPK Ajak Mahasiswa Tanamkan Nilai Antikorupsi
Poto: Istimewa
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron di Kampus UIN Sunan Kalijaga.
drberita.id | Di hadapan civitas akademika, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan hal penting untuk ditanamkan pada diri setiap orang.
Hal tersebut disampaikannya dalam Kuliah Umum Pendidikan Antikoupsi dengan tema 'Membangun Integritas Bangsa di Pendidikan' yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu 29 Juni 2022.
"Karakter yang kuat akan membuat seseorang jauh dari tindakan negatif seperti perilaku korupsi," pesan Ghufron.
Ghufron meminta seluruh mahasiswa untuk meneladani karakter tokoh Wali Songo Sunan Kalijaga. Dimana ia memiliki sikap religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, kreatif, demokratis, peduli lingkungan, peduli sosial, dan memiliki tanggung jawab tinggi.
BACA JUGA:
Ketua GP Ansor Kota Medan Perintahkan Geruduk Holywings Indonesia
"Nama besar Sunan Kalijaga ini harus dijaga. Kalau mahasiswa meneladaninya, saya yakin kita bisa bermimpi di masa yang akan datang Indonesia bisa bebas dari korupsi. Saatnya mencetak kader bangsa yang berilmu tinggi dan beradab," kata Ghufron.
Sambungnya, banyak pelaku korupsi yang berlatar belakang pendidikan tinggi. Hal ini secara gamblang memperlihatkan bahwa banyak orang memiliki ilmu tinggi tapi tidak memiliki karakter dan integritas. Singkatnya, menurut Ghufron, kini orang banyak hanya terpaku pada kemewahan, jabatan, dan uang.
Oleh karenanya, KPK mengajak civitas akademika untuk bergandeng tangan menjaga identitas dan nilai. Sebuah identitas diri yang tangguh dan berani mengatakan tidak tergiur pada praktik korupsi dalam situasi apapun. Juga sebuah nilai dari diri sendiri untuk memastikan setinggi apapun ilmu yang dimiliki maka adab merupakan hal utama dalam kehidupan.
Senada dengan hal itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Al Makin juga berharap kepada para mahasiswa ketika nanti lulus bisa menjadi pemimpin yang bersih dan memiliki rasa tanggung jawab tinggi.
BACA JUGA:
SBY Bertemu JK Untuk Indonesia Lebih Baik
"Mahasiswa bisa menjadi agen antikorupsi di manapun berada, untuk itu KPK dan kampus harus kerja sama menguatkannya," tutupnya.
Kegiatan kuliah unum ini selain dihadiri oleh para mahasiswa, juga para dosen pendidik dan jajaran staf pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Pernah Diperiksa KPK 11 Jam, Lokot Nasution Jadi Saksi Sidang Korupsi DJKA, Mikhel Siregar: Demokrat Harus Bersih dari Koruptor
LHKPN KPK: Harta Kekayaan Kepala Dinas PUTR Tanjungbalai Naik Rp 4 Miliar
Sofyandi Lubis: Banyak Pemimpin Bangsa Lahir dari Rahim Pergerakan Mahasiswa
Seminar Nasional Leadership Insight Connection IKAFEB USU: Memimpin Dengan Empati, Membangun Resiliensi
Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno Kembali Diperiksa KPK, Ini Alasannya
KPK Serahkan Buku Pendidikan Antikorupsi kepada Prof Muryanto
Komentar