Mahasiswa Alwashliyah Desak Presiden Prabowo Copot Dirut PLN Darmawan Prasojo
Redaksi - Kamis, 04 Juni 2026 19:43 WIB
Poto: Istimewa
Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution orasi dari atas mobil komando.
drberita.id -Ratusan massa yang tergabung dalam Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (PP HIMMAH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.
Mahasiswa Alwashliyah pun mendesak Presiden Prabowo menyopot Darmawan Prasojo dari jabatan dirut.
Massa menuntut pertanggungjawaban Direktur Utama (Dirut) PT PLN Darmawan Prasojo terkait pemadaman listrik total (blackout) yang melanda wilayah Sumatera selama dua hari berturut-turut.
Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution dalam orasinya menegaskan pemadaman listrik total di Sumatera merupakan bukti kegagalan fatal manajemen PLN dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional.
Atas dasar itulah PP HIMMAH mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menyopot Dirut PLN Darmawan Prasojo.
"Kami meminta pertanggungjawaban nyata. Dirut PLN Darmawan Prasojo harus mundur dari jabatannya karena telah gagal total dalam mengelola kelistrikan di Sumatera. Kalau tidak, kami minta Presiden Prabowo bertindak," ujar Abdul Razak dari atas mobil komando.
Selain masalah pemadaman, Abdul Razak juga menyoroti dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di internal PLN. Ia mengingatkan nama Darmawan Prasojo pernah disebut dalam persidangan kasus legendaris "Papa Minta Saham".
Sekretaris Jenderal PP HIMMAH, Sukri Soleh Sitorus juga menyuarakan dampak buruk yang diderita warga akibat insiden kelistrikan. Pemadaman selama dua hari di Sumatera telah melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
"Kerugian masyarakat Sumatera akibat pemadaman listrik selama dua hari sangat masif. Masyarakat mengalami penderitaan mendalam, baik secara materi akibat rusaknya barang elektronik dan matinya usaha mikro, maupun kerugian immateriil berupa terganggunya fasilitas publik," tegas Sukri dalam orasi.
Aksi unjuk rasa yang berjalan riuh namun tertib itu, akhirnya ditemui Ardi dari perwakilan manajemen PT PLN. Ia bertindak sebagai Divisi Keamanan Kantor Pusat PT PLN, menerima pernyataan sikap dari mahasiswa Alwashliyah.
Ardi menyatakan pihak manajemen menghargai aspirasi yang disampaikan oleh PP HIMMAH dan berkomitmen penuh untuk memproses tuntutan tersebut.
"Kami menerima aspirasi ini dan berjanji akan segera menindaklanjuti serta menyampaikan seluruh tuntutan dari rekan rekan PP HIMMAH kepada jajaran pimpinan tinggi PT PLN," pungkas Ardi.
Aksi massa mahasiswa Alwashliyah kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah menyerahkan berkas tuntutan. Namun mereka akan datang kembali jika tuntutan tidak dipenuhi Dirut PLN Darmawan Prasojo.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Setelah Putusan MK, Nasib IKN Menunggu Keppres: Presiden Prabowo Lebih Fokus Program MBG
GPA Sebut 1.098 Ekor Kurban Presiden Prabowo Langkah Nyata Pelayanan dan Keadilan Sosial
Mustahil Presiden Prabowo Tidak Faham Dampak Buruk Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS
The Print Dukung KSP Dudung Siapkan Dokumen Teknis Untuk Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo
Pemekaran Provinsi Tapanuli di Sumut Tinggal Tunggu Waktu dari Presiden Prabowo dan Dukungan LBP
Asta Cita Presiden Prabowo: FABEM Dorong Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Pembangun Penjara Khusus Koruptor
Komentar