Perjuangan Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa di Pesisir Pulau Samosir (bag. 1)

Redaksi - Minggu, 03 Agustus 2025 00:46 WIB
Perjuangan Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa di Pesisir Pulau Samosir (bag. 1)
Poto: Istimewa
Ustad Muhammad Sya'ban saat menerima tim Dompet Dhuafa.
drberita.id -Pulau Samosir yang terletak di tengah tengah Danau Toba di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, dengan ketinggian 950-1.685 m di atas permukaan laut menjadikan pulau ini menarik perhatian bagi semua orang.

Pulau Samosir memiliki luas 640 km persegi, dominiasi oleh masyarakat Suku Batak Toba dan memiliki 9 Kecamatan dan 121 Desa. Warga di Pulau Samosir memiliki motto 'Sa tahi, Sa Oloan' yang memiliki arti 'Seiya, Sekata'.

Mayoritas penduduknya beragama Kristen dengan persentase 97,8%, Islam sekitar 2,1% dan agama lain sisanya. Pulau Samosir sangat indah dengan banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Seorang da'i Pemberdaya Dompet Dhuafa, Ustad Muhammad Sya'ban yang kesehariannya menjalani rutinitas kegiatan dakwah di tiga kecamatan di pesisir Pulau Samosir, harus melintasi perbukitan terjal dan menyusur puluhan kilometer untuk mengajarkan anak anak muslim yang berjauhan.

Ketiadaan sekolah atau sarana pendidikan Islam dan minimnya masjid di Samosir semakin menguatkan Ustad Sya'ban dengan tak kenal lelah dari desa ke desa memberikan pendidikan tentang ke-Islaman.

"Di sini memang penuh tantangan untuk menjalankan dakwah, minimnya sarana, keterbatasan ruang gerak dengan tidak diperbolehkannya penggunaan pengeras suara dan juga lokasi yang sangat jauh. Jumlah penduduk muslimnya sangat sedikit, kasihan sekali anak anak tidak bisa mendapatkan pengetahuan tentang agamanya," ungkap Ustad Sya'ban.

"Kurangnya perhatian kepada anak anak yang ingin mendapatkan pengetahuan dasar agama karena minoritas di Pulau Samosir ini, dan selain itu sulit juga mendapatkan kebutuhan dasar yang halal," sambung Ustad Sya'ban.

Sulaeman, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sumatera Utara, menyatakan bahwa Program Dompet Dhuafa Waspada di Pulau Samosir memang penuh tantangan, di satu sisi setiap perijinan sudah dilakukan, namun di pihak lain, masyarakat mayoritas non muslim menolak dengan keras.

Sehingga intervensi program yang dirancang untuk membantu masyarakat muslim di Pulau Samosir juga sangat terbatas.

"Untuk itu, Dompet Dhuafa melakukan beragam kerjasama dengan unsur pemerintah, baik Pemprov, Kanwil Kemenag, Dinas Sosial, Aparat Kepolisian dan yang lainnya agar memudahkan pengembangan program pemberdayaan zakat di Pulau Samosir," ucapnya.

Jelang 80 tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ternyata di beberapa wilayah negeri ini masih saja ada daerah yang tidak bebas menjalankan aktivitas peribadatan. Masih banyak rakyat yang belum merdeka dari beragam keterbatasan.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru