Demo Dukung RUU KPK: Calon Ketua DPRD Medan Jadi Pembicaraan wartawan
Artam - Rabu, 11 September 2019 00:29 WIB
drberita/istimewa
Demo dukung RUU KPK.
DRberita | Aksi unjuk rasa mendukung Revisi Undang Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) terus bergerak ke daerah-daerah. Selasa 10 September 2019 siang, Korps Indonesia Muda (KMI) Sumut, berdemo di depan Gedung DPRD Medan.
Massa dipimpin Azmil Suhairy mendukung RUU KPK untuk lebih baik dan tegas berintegritas dan profesional dalam pemberantasan korupsi. "Revisi UU KPK bukan untuk melemahkan justru menguatkan KPK," ungkap Azamil Suhairy.
Menurutnya, KPK wajib diawasi agar penyidik tidak liar dan harus independen juga jangan bermain politik praktis.
"KPK bukan LSM, KPK bukan malaikat. KPK jangan kebal hukum. Revisi UU KPK mengakomodir semangat pencegahan, koordinasi dan kerja sama antar lembaga penegak hukum tindak pidana korupsi. Kami mendukung penuh kinerja Pansel KPK. Jangan intervensi Pansel KPK. Pansel KPK jangan takut ancaman dari luar," katanya.
Aksi massa yang terus berorasi akhirnya disambut oleh anggota DPRD Medan Hasyim SE dari Fraksi PDI Perjuangan. Tak lama berdialog, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan aman.
Unjuk rasa bubar dari gedung dewan, sejumlah wartawan merasa heran melihat Hasyim SE yang jarang mau menerima massa demonstran, kali ini mau menerima dan hanya seorang diri. Banyak wartawan di gedung DPRD Medan menjadi bertanya-tanya.
"Aneh kan, kok mau si Hasyim ini menerima demo seperti tadi. Biasanya dia tak pernah mau menerima orang demo. Apalagi demo soal lembaga hukum gini, ada apa ya?" cetus Bambang.
Ucapan Bambang itu lalu dijawab Adi. "Biarkan ajalah, politik nya semua itu. Rezeki mereka lah itu, mau si Hasyim menerima demo mereka," katanya.
Massa dipimpin Azmil Suhairy mendukung RUU KPK untuk lebih baik dan tegas berintegritas dan profesional dalam pemberantasan korupsi. "Revisi UU KPK bukan untuk melemahkan justru menguatkan KPK," ungkap Azamil Suhairy.
Menurutnya, KPK wajib diawasi agar penyidik tidak liar dan harus independen juga jangan bermain politik praktis.
"KPK bukan LSM, KPK bukan malaikat. KPK jangan kebal hukum. Revisi UU KPK mengakomodir semangat pencegahan, koordinasi dan kerja sama antar lembaga penegak hukum tindak pidana korupsi. Kami mendukung penuh kinerja Pansel KPK. Jangan intervensi Pansel KPK. Pansel KPK jangan takut ancaman dari luar," katanya.
Aksi massa yang terus berorasi akhirnya disambut oleh anggota DPRD Medan Hasyim SE dari Fraksi PDI Perjuangan. Tak lama berdialog, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan aman.
Unjuk rasa bubar dari gedung dewan, sejumlah wartawan merasa heran melihat Hasyim SE yang jarang mau menerima massa demonstran, kali ini mau menerima dan hanya seorang diri. Banyak wartawan di gedung DPRD Medan menjadi bertanya-tanya.
"Aneh kan, kok mau si Hasyim ini menerima demo seperti tadi. Biasanya dia tak pernah mau menerima orang demo. Apalagi demo soal lembaga hukum gini, ada apa ya?" cetus Bambang.
Ucapan Bambang itu lalu dijawab Adi. "Biarkan ajalah, politik nya semua itu. Rezeki mereka lah itu, mau si Hasyim menerima demo mereka," katanya.
Arif lalu menimpal, mungkin ada kepentingan si Hasyim. "Sudah pernah. Sudah paham lah kita maenan siapa demo itu, dukung RUU KPK ini," tandasnya sambil tersenyum ke David. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Anggota DPRD Medan Respon Aksi GMNI: Pintu Gerbang Rusak dari Uang Rakyat
DPRD Medan Marah Bantuan Warga Dipotong Kepala Lingkungan, Camat: Sudah Kita Kasih SP1
DPRD Medan Makan Gaji Buta, Tak Peka Masalah Warga
Ketua DPRD Medan Saran Pedagang Pasar Aksara Ganti Dagangan Basah ke Barang Kering
Idrus Junaidi Sampaikan Kekecewaan ke Ketua DPRD Medan, Dana Hibah KORMI Berubah Jadwal Pencairan
DPRD Medan Minta Pembelian 2001 Becak Sampah Untuk Program Pembangkit Listrik
Komentar