Anggota DPRD Medan Respon Aksi GMNI: Pintu Gerbang Rusak dari Uang Rakyat

Redaksi - Jumat, 08 Mei 2026 22:09 WIB
Anggota DPRD Medan Respon Aksi GMNI: Pintu Gerbang Rusak dari Uang Rakyat
Poto: Istimewa
Aksi mahasiswa GMNI di Kantor DPRD Medan.
drberita.id -Aksi unjuk rasa mahasiswa GMNI mendapat perhatian dari anggota DPRD Medan, Robi Barus. Pasalnya, pintu gerbang Kantor DPRD Kota Medan rusak akibat aksi.

Barus menyayangkan aksi mahasiswa GMNI berujung pada perusakan fasilitas publik. Meski penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara dan dijamin dalam sistem demokrasi.

Namun, Barus menegaskan aksi unjuk rasa mahasiswa GMNI harus tetap mengedepankan etika, ketertiban, serta menjaga fasilitas yang dibangun pakai uang rakyat.

"Kita menghormati adik adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Namun jangan sampai aksi penyampaian pendapat berubah menjadi tindakan yang merusak fasilitas publik, termasuk pintu gerbang DPRD Medan," ujar Robi Barus.

Barus menilai mahasiswa sebagai kaum intelektual seharusnya mampu menjadi contoh dalam menyampaikan kritik secara dewasa, santun, dan bermartabat.

Robi juga mengapresiasi langkah humanis yang dilakukan Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti bersama personel yang tetap sabar mengawal jalannya aksi mahasiswa hingga selesai.

Situasi yang sempat memanas seharusnya dapat menjadi evaluasi bersama agar ke depan, komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah dapat berjalan lebih baik, sehingga aspirasi tidak berujung ricuh.

Robi Barus menambahkan demonstrasi merupakan bagian penting dari demokrasi, tetapi harus dijalankan dengan tanggung jawab moral.

"Perjuangan mahasiswa akan lebih dihormati jika dilakukan dengan cara cara yang beretika. Kritik boleh keras, tetapi tindakan anarkis tidak dibenarkan," tegasnya.

Barus pun berharap mahasiswa tetap menjadi agen perubahan yang mampu menjaga marwah dunia pendidikan dengan menjunjung nilai intelektualitas, dialog, dan karakter kebangsaan.

"Gerbang yang rusak masih bisa diperbaiki, tetapi rusaknya etika dalam demokrasi akan meninggalkan luka dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.

"Mahasiswa besar bukan karena kerasnya suara, tetapi karena kedewasaan dalam menyampaikan kebenaran," tutup Robi Barus.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru