Aktivis 98 Respon Pernyataan Anggota DPRD Soal Rico Waas 2 Tahun Gagal Pimpin Kota Medan

Redaksi - Senin, 31 Agustus 2026 17:59 WIB
Aktivis 98 Respon Pernyataan Anggota DPRD Soal Rico Waas 2 Tahun Gagal Pimpin Kota Medan
Poto: Istimewa
Walikota Medan Rico Waas.
drberita.id -Pernyataan anggota DPRD Medan Godfried Lubis terkait kegagalan kinerja Walikota Medan Rico Waas mendapat berbagai tanggapan. Ada yang tidak sepakat ada dan ada juga yang sepakat dengan pernyataan tersebut.

Aktivis 98, Charles Butarbutar menilai apa yang disampaikan anggota DPRD Kota Medan Godfried Lubis adalah sebuah realita yang tidak bisa dipungkiri.

"Sebagai anggota DPRD Kota Medan, Godfried Lubis telah melakukan tugasnya dengan baik, dimana Godfried tidak menutupi kondisi yang terjadi," kata Charles di Medan, Senin 31 Agustus 2026.

"Tugas DPRD itu mengawasi, dan dalam pengawasannya mungkin saudara Godrlfried melihat kinerja Walikota Medan tidak mencapai target yang dijanjikan saat kampanye dahulu, sehingga beliau mengeluarkan pendapat seperti itu," sambungnya.

Tidak dipungkiri, kata Charles, memang ada juga anggota DPRD Kota Medsn yang tidak sepakat dengan pernyataan Godfried Lubis. Namun pernyataan tersebut malah menguatkan pernyataan Godfried.

"Anggota DPRD tersebut menyampaikan bahwa komitmem Pemko untuk menganggarkan 30 persen APBD ke daerah Medan Utara belum terealisaai, artinya kinerja Walikota gagal," kata Charles.

Charles juga mengatakan sampai saat ini tidak ada terobosan yang dilakukan Pemko Medan yang dinakhodai Rico Waas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Kota Medan. "Terkesan hanya formalitas saja memimpin kota ini," ketus Charles.

Menurutnya, hal ini bisa saja terjadi karena Walikota Medam Rico Waas tidak memiliki wawasan tentang Kota Medan. Rico tidak tau apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Medan.

"Saya pernah lihat siswa SMP Negeri 1 Medan disenggol mobil saat pulang sekolah. Ini terjadi karena sepanjang Jalan Asoka tidak ada trotoar, sehingga siswa itu jalan di atas jalan raya yang kemudian tersenggol mobil. Apakah ini pernah terpikirkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Medan? Saya rasa tidak," kata Charles.

Dari peristiwas itulah Charles menilai pasangan Walikota dan Wakil Walikota Medan tidak memiliki empati pada masyarakat Kota Medan.

Charles pun berharap ke depannya Kota Medan yang katanya metropolitan ini harus dipimpin oleh pasangan pemimpin yang memiliki wawasan serta pengetahuan yang baik tentang Kota dan segala isinya. Bukan hanya seremoni.

"Jalan ke sana kemari tapi tanpa realisasi. Pemimpin itu jangan hanya lihat anggaran lalu panggil keluarga, teman dan tim sukses untuk membagi-bagi anggaran tersebut dalam bentuk proyek," tutupnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru