DPRD Medan Makan Gaji Buta, Tak Peka Masalah Warga
Redaksi - Minggu, 08 Maret 2026 19:38 WIB
Poto: Istimewa
Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kota Medan Muhammad Ikhsan.
drberita.id -Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kota Medan Muhammad Ikhsan menilai anggota DPRD Medan, khususnya daerah pemilihan (Dapil) II kurang peka terhadap kebijakan eksekuitf yang tidak pro rakyat. Para wakil rakyat tersebut hanya pandai duduk manis, namun tuli terhadap jeritan warga.
"Kita lihat hari ini, di Dapil II yang meliputi Medan Utara ini, ada sembilan orang yang duduk di kursi dewan. Pertanyaannya, di mana suara mereka? Di mana kepedulian mereka saat masyarakat terus diteror oleh tawuran, begal, dan berbagai aksi kejahatan jalanan yang meresahkan," tegas Ketua MDS Rijalul Ansor Muhammad Ikhsan kepada media, Sabtu 8 Maret 2026.
Ikhasan mengatakan para anggota dewan tersebut masih sibuk dengan urusan masing masing dan lupa pada tugas utamanya; memperjuangkan kenyamanan dan keamanan konstituen.
Sudah terlalu banyak keluhan yang disampaikan masyarakat dari bawah, tetapi tidak pernah sampai pada tahap tindakan nyata.
"Rakyat sudah lelah berteriak. Setiap kali ada kejadian tawuran yang memakan korban, setiap kali ada begal yang beraksi, masyarakat hanya bisa pasrah. Tidak ada langkah progresif dari dewan. Apakah mereka menunggu warga ini benar benar habis dibantai para pelaku kejahatan baru bergerak," katanya.
Fakta di lapangan bahwa aksi kriminalitas seperti tawuran dan begal sudah sangat akut, hingga membuat warga takut beraktivitas. Namun, para wakil rakyat seolah tidak memiliki program konkret untuk menghentikan mata rantai kejahatan itu.
Tidak ada desakan keras kepada eksekutif, dan tidak ada solusi yang ditawarkan, hanya janji janji musiman yang hadir saat masa kampanye atau reses, lalu menghilang setelah itu.
Masyarakat hanya bisa menjerit di dalam kesunyian. Jeritan itu tidak pernah didengar, apalagi dijawab. Ini adalah bukti nyata kegagalan komunikasi antara wakil dan yang diwakili.
"Mereka (anggota DPRD) mungkin hadir saat pemilu, tapi setelah itu, rakyat dibiarkan sendiri melawan ketakutan," tegas Ikhasan.
MDS Rijalul Ansor mendesak kesembilan anggota DPRD Medan dari Dapil II untuk segera turun tangan, bukan sekadar seremonial. Mereka harus membuka mata lebar lebar terhadap realita pahit yang dihadapi warga setiap harinya.
"Kami minta anggota DPRD Medan khususnya Dapil II tidak hanya bekerja karena gaji dan tunjangan. Tunjukan bahwa kalian punya hati. Kejahatan dan tawuran ini adalah musuh bersama. Jika tidak mampu berpikir menemukan solusi, setidaknya ada bersama rakyat, mendengar, dan menyuarakan dengan keras di gedung dewan. Jangan hanya diam dan sibuk dengan urusan pribadi," tandas Muhammad Ikhsan.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Warga Jalan Turi Tolak Rencana Walikota Medan Alihfungsi RTH Jadi TPA Sampah
Warga NTT dan Keluarga Minta Polsek Medan Sunggal Otopsi ART Tewas Gantung Diri
Permudah Pengunjung Bersedekah, Plaza Medan Fair Hadirkan Gerai Zakat Selama Ramadan
HIMMAH Desak Copot Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dari Jabatan Kapolrestabes Medan
PT. ADP Dapat Perlawanan dari Rommy Van Boy dan Warga Polonia Medan
2 Mahasiswa Korban Represif Anggota Polrestabes Medan Lapor ke Propam Polda Sumut
Komentar