PSP Pastikan Penetapan Dirut dan Dirop Bank Sumut Sesuai Prosedur
drberita/istimewa
Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Musa Rajekshas beserta jajaran direksi dan komisaris.
DRBerita | Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Bank Sumut Edy Rahmayadi memastikan penetapan Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Operasional (Dirop) sudah sesuai dengan prosedur.
"Penetapannya sudah sesuai prosedur. Tahap demi tahap. Satu per satu dilalui. Dan terakhir sampai ke OJK. Direktur Utama Muchammad Budi Utomo," ujar Edy kepada wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham-Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Sumut, di lantai 3 Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat 23 Agustus 2019.
Menurut Edy, pemberitahuan hasil fit and propertes masing-masing dari OJK diketahui pekan lalu. Keduanya dinyatakan clier. Dan hari ini ditetapkan.
"Yang ikuti tahapan untuk dirop ada 9 orang dikirim ke OJK. Yang terpilih adalah Rahmad Fadillah Pohan," terangnya didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Kepala BPKAD Provsu Raja Indra Saleh.
Gubernur Sumut ini berkeinginan kedua orang yang ditetapkan menjadi dirut dan dirop mampu memimpin Bank Sumut, menjadi bank bisnis yang profesional.
"Saya bicara kepemimpinan. Kepemimpinan dirut. Yang pertama loyalitas ke atas dan ke bawa. Ke atas pemegang saham. Ke bawa ya personil-personil di bank kita ini," sebut Edy.
"Untuk bersaing dengan bank daerah lainnya dan bank swasta. Dirut harus punya intelektual. Ke pemegang saham. Ke staf dan wartawan. Pimpinan bank ini harus transparan. SDM yang terpilih harus punya jiwa kepemimpinan. Dirut harus open. Tapi ada yang harus tertutup. Ini bank bisnis," serunya.
Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut Muchammad Budi Utomo alias Tomi menjelaskan dirinya akan fokus pada tiga hal dalam memimpin bank milik rakyat Sumatera Utara.
"Pertama people. Tidak bertarung institusi tetapi bagaimana menjadi manusia yang kompetitif. Mampu melangkah dari tempat awal ke tahap berikutnya. Kedua SDM (Sumber Daya Manusia). Kita akan menempatkan orang-orang yang memiliki SDM. Tidak ada istilah itu teman kita atau saudara kita. Yang memiliki kemampuan itu yang kita utamakan," sebut Tomi.
Dan ketiga adalah produk. Saat ini Bank Sumut memiliki produk sudah ketinggalan dari bank-bank yang ada baik itu bank pemerintah maupun swasta. "Orang sudah bicara ini itu, kita masih bicara kartu debet dan kredit," sambungnya.
Itu kalau manusia kata Tomi, maksud dan tujuannya adalah untuk Bank Sumut mempercepat ekskalarisi dengan keadaan zaman yang terus berkembang. Bank Sumut harus memiliki produk yang bisa bersaingan dan bisa dihandalkan untuk masyarakat khususnya ASN.
"Prodak-produk ini saya pastikan bisa bersaing. Pelayanan terhadap ASN akan lebih maksimal dan lebih baik lagi," terangnya.
"Kami dari profesional. Kami tidak bisa berpolitik. 57 tahun nuansanya (Bank Sumut) ya demikian. Kita tidak demikian. Regulator dan ada OJK. Kami mengabaikan konflik-konflik (politik) seperti itu," serunya.
Kalau kita sudah Tbk, kata Tomi, bukan saja Bank Sumut atau Pemerintah Provinsi serta kabupaten kota, tetapi masyarakat Sumatera Utara juga akan menikmati hasilnya. "Itu tujuan kami," cetus Tomi.
Di akhir, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kembali mengingatkan semangat untuk semua terutama jajaran direksi dan komisaris agar bekerja sama dalam memajukan Bank Sumut.
"Penetapannya sudah sesuai prosedur. Tahap demi tahap. Satu per satu dilalui. Dan terakhir sampai ke OJK. Direktur Utama Muchammad Budi Utomo," ujar Edy kepada wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham-Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Sumut, di lantai 3 Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat 23 Agustus 2019.
Menurut Edy, pemberitahuan hasil fit and propertes masing-masing dari OJK diketahui pekan lalu. Keduanya dinyatakan clier. Dan hari ini ditetapkan.
"Yang ikuti tahapan untuk dirop ada 9 orang dikirim ke OJK. Yang terpilih adalah Rahmad Fadillah Pohan," terangnya didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Kepala BPKAD Provsu Raja Indra Saleh.
Gubernur Sumut ini berkeinginan kedua orang yang ditetapkan menjadi dirut dan dirop mampu memimpin Bank Sumut, menjadi bank bisnis yang profesional.
"Saya bicara kepemimpinan. Kepemimpinan dirut. Yang pertama loyalitas ke atas dan ke bawa. Ke atas pemegang saham. Ke bawa ya personil-personil di bank kita ini," sebut Edy.
"Untuk bersaing dengan bank daerah lainnya dan bank swasta. Dirut harus punya intelektual. Ke pemegang saham. Ke staf dan wartawan. Pimpinan bank ini harus transparan. SDM yang terpilih harus punya jiwa kepemimpinan. Dirut harus open. Tapi ada yang harus tertutup. Ini bank bisnis," serunya.
Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut Muchammad Budi Utomo alias Tomi menjelaskan dirinya akan fokus pada tiga hal dalam memimpin bank milik rakyat Sumatera Utara.
"Pertama people. Tidak bertarung institusi tetapi bagaimana menjadi manusia yang kompetitif. Mampu melangkah dari tempat awal ke tahap berikutnya. Kedua SDM (Sumber Daya Manusia). Kita akan menempatkan orang-orang yang memiliki SDM. Tidak ada istilah itu teman kita atau saudara kita. Yang memiliki kemampuan itu yang kita utamakan," sebut Tomi.
Dan ketiga adalah produk. Saat ini Bank Sumut memiliki produk sudah ketinggalan dari bank-bank yang ada baik itu bank pemerintah maupun swasta. "Orang sudah bicara ini itu, kita masih bicara kartu debet dan kredit," sambungnya.
Itu kalau manusia kata Tomi, maksud dan tujuannya adalah untuk Bank Sumut mempercepat ekskalarisi dengan keadaan zaman yang terus berkembang. Bank Sumut harus memiliki produk yang bisa bersaingan dan bisa dihandalkan untuk masyarakat khususnya ASN.
"Prodak-produk ini saya pastikan bisa bersaing. Pelayanan terhadap ASN akan lebih maksimal dan lebih baik lagi," terangnya.
"Kami dari profesional. Kami tidak bisa berpolitik. 57 tahun nuansanya (Bank Sumut) ya demikian. Kita tidak demikian. Regulator dan ada OJK. Kami mengabaikan konflik-konflik (politik) seperti itu," serunya.
Kalau kita sudah Tbk, kata Tomi, bukan saja Bank Sumut atau Pemerintah Provinsi serta kabupaten kota, tetapi masyarakat Sumatera Utara juga akan menikmati hasilnya. "Itu tujuan kami," cetus Tomi.
Di akhir, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kembali mengingatkan semangat untuk semua terutama jajaran direksi dan komisaris agar bekerja sama dalam memajukan Bank Sumut.
"Berkaitan dengan non teknis. Menuju keadana, ya people yang diutaman. Di situ kita siapkan. Infeknya ya lima tahun ke depan. Maunya kita perusahan-perusahan di Sumut, nanti kita giring semuanya melalui fasilitas Bank Sumut. Ada inalaum. Pelindo. PTPN dan lain sebaginya. Itu harus dengan Bank Sumut. Mereka kan semua ada di Sumut," tegas jenderal bintang tiga ini. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Bank Sumut Realisasikan Penyaluran KUR Bunga 0 Persen ke Pelaku Usaha Mikro dan Kelompok Perempuan
9 Nama Lulus Calon Direksi PT Bank Sumut: Ini Daftar 6 dari Internal 3 dari Eksternal Tetapi Belum Jelas ke OJK
Enam dari 9 Nama Lulus Seleksi Calon Direksi Bank Sumut Telah Dikirim ke OJK Untuk 3 Jabatan Kosong
Bank Sumut Hadir di Batam: Perkuat Strategis Kawasan Ekonomi Unggulan Untuk Dorong Pertumbuhan Inklusif
Pertama di Indonesia, Bank Sumut–Pemko Medan Luncurkan Inovasi QRESTO di Restoran Mewah
12 Nama Calon Direksi Bank Sumut Lulus Seleksi Administrasi, Berikut Daftarnya
Komentar