Perkuat Persatuan, Rommy Van Boy Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila Untuk Tolak LGBT
Redaksi - Minggu, 09 Agustus 2026 20:33 WIB
Poto: Istimewa
Anggota DPRD Medan Rommy Van Boy.
drberita.id -Anggota DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy mengajak warga memperkuat persatuan dengan berpegang pada nilai Pancasila sekaligus menolak Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Rommy menilai LGBT bertentangan dengan nilai agama dan norma sosial. Ia meminta orangtua mengawasi pergaulan anak serta penggunaan media sosial.
"Kalau kita memiliki anak-anak, tolong perhatikan pergaulannya. Hari ini budaya budaya asing dan perkembangan media sosial sangat memengaruhi perkembangan anak-anak kita," ujar Rommy saat kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Starban, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (9/8/2026).
Menurut Rommy, pengawasan terhadap anak penting dilakukan, terutama terhadap konten yang dikonsumsi melalui media sosial. Ia meminta orangtua mendampingi anak saat menggunakan telepon seluler dan mengakses media sosial agar tidak terpapar konten yang dinilai tidak sesuai dengan nilai agama dan norma keluarga.
Rommy kemudian mengaitkan pentingnya menjaga pergaulan anak dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung makna bahwa masyarakat Indonesia percaya dan bertakwa kepada Tuhan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Menurutnya, sila tersebut juga mengajarkan masyarakat menghormati kebebasan beribadah, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, serta menjaga toleransi antarumat beragama.
"Jangan ada lagi perbedaan-perbedaan agama yang memecahkan antara kita. Perbedaan agama itu urusan kita dengan Tuhan," kata Rommy.
Selanjutnya, sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan persamaan derajat setiap manusia, sikap saling menghormati, tenggang rasa, serta tidak bertindak semena-mena terhadap orang lain.
Menurutnya, nilai kemanusiaan juga diwujudkan melalui sikap saling membantu, gotong royong, membela kebenaran dan keadilan, serta menghormati hak orang lain. Adapun sila ketiga, Persatuan Indonesia. Rommy menekankan pentingnya nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Medan Polonia itu mengingatkan masyarakat agar mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Rommy juga meminta masyarakat menjaga persatuan di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan kelompok serta tidak mudah terprovokasi hingga terpecah belah.
"Intinya nasionalisme dan cinta Tanah Air. Kita harus rela berkorban untuk bangsa, bangga menjadi bangsa Indonesia, serta menjaga persatuan di atas perbedaan," ujarnya.
Untuk sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Rommy mengatakan nilai tersebut menjadi landasan kehidupan demokrasi yang mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat.
Masyarakat, kata Rommy, harus menghormati hasil musyawarah, menggunakan hak pilih dalam pemilu, serta tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
"Ketika pemilu, pemilihan legislatif ataupun pemilihan presiden, jangan mudah terpecah belah. Pilihan itu masing-masing. Gunakan hak suara kita karena itu hak bapak dan ibu, bukan untuk ditekan atau dipaksa orang lain," katanya.
Sementara sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan masyarakat untuk bersikap adil, menjaga keseimbangan hak dan kewajiban, menghormati hak orang lain, serta mengembangkan sikap kerja keras dan gotong royong.
Rommy mengatakan pengamalan kelima sila Pancasila penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang adil, sejahtera, dan harmonis.
"Kita sebagai masyarakat, sebagai warga negara Indonesia, memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tidak ada perbedaan kedudukan di hadapan dasar hukum negara," tegasnya.
Rommy juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah karena perbedaan agama maupun pilihan politik. Warga harus menggunakan hak pilih sesuai pilihan dan tidak membiarkan diri terpengaruh atau dipaksa pihak lain.
Kegiatan wawasan kebangsaan yang keempat itu dihadiri ratusan warga, terdiri dari pelajar, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat.
Pada akhir kegiatan, Rommy menggelar sesi tanya jawab seputar Pancasila dan wawasan kebangsaan. Sebanyak 10 warga, yang didominasi pelajar SD, SMP, SMA, serta masyarakat umum, berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan dengan baik. Mereka kemudian mendapat penghargaan dari tim Sahabat Rommy Van Boy dan Pemuda Pancasila Kelurahan Polonia.
Rommy juga memberikan perlengkapan sekolah berupa buku, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya kepada para pelajar sebagai bentuk dukungan agar mereka lebih giat belajar dan meraih cita-cita.
Sebelumnya, pada kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di halaman SMP Islam Al-Fadhli, Jalan Eka Bakti, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, pada Minggu 12 Juli 2026, Rommy Van Boy, mengajak masyarakat memperkuat toleransi antarumat beragama.
Selain toleransi, Rommy juga mengajak masyarakat mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati dan menjunjung persatuan.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
DPRD Medan Apresiasi Restorative Justice Antonius Tumanggor Dengan Robin Silalahi
Bahas Kejahatan di Kawasan Pelabuhan, Kapolres Belawan Jumpai Ketua DPRD Medan
Masalah BPJS Kesehatan dan Perlinsos di Kota Medan Masih Dikeluhkan, Rommy Van Boy Akan Perjuangkan
Dari Kasus Kota Tanjungbalai, PP IPA Dorong DPR Bentuk RUU Penindakan LGBTQ
Rommy Van Boy Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi Antarumat Beragama
Pemuda Pancasila Bagikan 1000 Paket Jumat Berkah di Titi Kuning Medan
Komentar