Anies: Cari Kerja Sulit Meski Investasi Naik
Harga Beras Mahal Tapi Gabah Murah
Redaksi - Senin, 04 Desember 2023 09:04 WIB
Poto: Istimewa
Capres Anies di GOR Mini Pancing Medan.
drberita.id -Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan melakukan kampanye di GOR Mini Jalan Willem Iskandar/Pancing, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Minggu 3 Desember 2023.
Kampanye dihadiri seribuan massa yang terdiri dari partai pengusung seperi Nasdem, PKB, PKS dan relawan.
Anies didampingi anggota DPR RI Fraksi Nasdem Prananda Surya Paloh, Ketua DPW Nasdem Iskandar ST, dan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) AMIN (Anies-Muhaimin) Edy Rahmayadi.
Anies dalam orasinya menyuarakan perubahan jika terpilih menjadi Presiden pada Pemilu 14 Pebruari 2024. Dia mengkritisi masa kepemimpinan sekarang bahwa harga harga kebutuhan pokok termasuk beras sangat mahal dan mencari pekerjaan sulit. Sehingga Anies menyatakan di NKRI ini perlu perubahan.
"Kita dorong perubahan supaya kebutuhan pokok kembali murah, lapangan pekerjaan tersedia untuk semuanya. Sekarang ini, sudah biaya sekolahnya tinggi cari pekerjaanpun sulit," ucap Anies.
Menurut mantan Gubernur DKI ini, petani di Indonesia bekerja keras tapi harga jual gabah murah. Keluarga keluarga yang sudah bekerja keras uangnya habis untuk beli beras yang mahal. Kalau harga beras mahal tapi dinikmati petani masyarakat pasti akan mengikhlaskan.
"Tapi kita bayar beras mahal, petani mendapat harga murah, uangnya hilang di jalan, maka mafia harus diberantas lewat perubahan. Jika kita kerjakan dengan serius, Insya Allah, dengan kewenangan didapat kita lakukan perubahan untuk Indonesia yang lebih adil bagi semuanya," ungkapnya.
Dikatakan Anies, investasi di Indonesia naik, tapi lapangan pekerjaan tidak tambah, karena investasinya di bidang bidang yang tidak menyerap tenaga kerja berjumlah banyak. Anies mengaku akan mengubahnya. Investasinya di bidang bidang yang menyerap tenaga kerja sebanyak banyaknya.
"Industri, manufaktur, pertanian, itu yang harus didorong. Pertambangan memang menaikan pendapatan, tapi tidak menyediakan lapangan pekerjaan. Yang kita butuhkan yang memberikan lapangan pekerjaan, kita harus siap menjadi bagian dari perubahan," ajaknya.
Mendorong perubahan, kata Anies banyak tantangannya. Para relawan harus sanggup melawannya. Karena dalam perjalanan perjuangan ini adalah untuk menghadapi kekuatan yang mencegah perubahan, dibutuhkan keberanian.
"Kenapa berani? Karena yakin kita benar, berani karena benar, itulah esensi perjuangan kita. Kita berjuang bagi kebenaran seluruh rakyat Indonesia, tunjukkan bahwa perubahan itu boleh dan sah," tegasnya.
Menurut dia, banyak praktik praktik korupsi di Indonesia, tentu tidak boleh dibiarkan, maka untuk memberantasnya perlu ketegasan dan keberanian. Agar tidak ada lagi koruptor melenggang tanpa ada hukuman, para korupstor harus dimiskinkan.
"Itu artinya, perjuangan kita tidak boleh dinodai dengan barang barang haram, cara cara kotor. Kalau perjuangan untuk kebaikan maka kita jalankan dengan cara cara baik, bersama orang orang baik untuk tujuan kebaikan, Insya Allah Allah membukakan pintu keberhasilannya," paparnya.
Anies mengatakan, ketika sampai di Bandara Kualanamu, dia melihat begitu banyak warga menjemput. Menurut dia, rupiah bisa mendatangkan orang tapi rupiah tidak bisa membakar semangat, menonjolkan idealisme, kekuatan hati dan membeli hati.
"Saya lihat massa yang hadir bukan datang badan yang dibayar, tapi karena keinginan Indonesia lebih adil dan makmur. Itu bukan karena rupiah. Mereka pejuang bukan dibayar, bukan mereka tak bernilai, tapi tak ternilai harganya. Tidak ada rupiah yang bisa menggantikan idealism itu, orang orang yang berkumpul di sini tidak ternilai harganya," uangkap Anies Baswedan.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
DDW dan RSU Sufina Aziz Perpanjang Kerja Sama di Tahun ke-9
9 Tahap Agenda Kerja Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli 2026, Berikut Daftarnya
Afriansyah Noor Dorong Penguatan Hubungan Industrial dan Peran Serikat Pekerja dan Forkomda BUMN
KSPSI dan KSPI Sumut: Tegakan Supremasi Sipil dan Sahkan RUU Ketenagakerjaan
USU dan Industri Tiongkok Sinergikan Langkah dalam Job Fair dan Leader Forum 2025
SP PLN dan Forkom BUMN Sikapi Nasib Pekerja yang Khawatir Hadirnya Danantara
Komentar