PSP Bank Sumut Setujui Penyertaan Modal Tidak Dalam Bentuk Uang Tunai Untuk Perkuat Permodalan
Redaksi - Selasa, 25 November 2025 08:51 WIB
Poto: Istimewa
Gubsu Bobby Nasution selaku PSP dan 2 Komisaris Bank Sumut.
drberita.id -Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Bank Sumut pada Senin 24 November 2025, menghasilkan keputusan penting terkait penguatan struktur permodalan perseroan.
Sebanyak 33 pemegang saham yang hadir, secara bulat menyetujui opsi penyertaan modal tidak dalam bentuk uang tunai, tetapi berupa aset (inbreng) yang memenuhi standar penilaian Bank Sumut dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Keputusan ini disebut sebagai langkah adaptif di tengah kondisi fiskal pemerintah daerah yang saat ini banyak mengalami penyesuaian.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution selaku pemegang saham pengendali (PSP) Bank Sumut menegaskan mekanisme inbreng memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk tetap memenuhi kewajiban penyertaan modal tanpa mengganggu arus kas masing masing daerah.
"Kami menyampaikan kepada seluruh pemerintah kabupaten kota agar tetap dapat melakukan penambahan modal. Namun kita memahami kondisi keuangan daerah hari ini sedang ada penyesuaian. Karena itu kami meminta agar penambahan modal diperbolehkan tidak dalam bentuk uang, tetapi berupa aset yang bisa dinilai oleh Bank Sumut dan OJK. Dan tadi disepakati, hal itu diperbolehkan," ujar Bobby Nasution.
Bobby menambahkan, kebijakan ini akan membantu percepatan pemenuhan kebutuhan modal Bank Sumut tanpa membebani APBD.
Penyertaan modal dalam bentuk aset atau inbreng tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas dan meningkatkan kelas Kelompok Bank Modal Inti (KBMI). Dengan posisi saat ini masih berada pada KBMI 1 dan diarahkan untuk diperkuat secara bertahap.
Pada RUPS-LB ini, para pemegang saham juga membahas agenda perubahan susunan pengurus dan nomenklatur jabatan direksi. Sejumlah keputusan strategis diambil, di antaranya perubahan posisi Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi menjadi Direktur Keuangan, serta Direktur Pemasaran menjadi Direktur Teknologi Informasi dan Operasional.
Perubahan struktur ini disebut sebagai penyesuaian terhadap kebutuhan transformasi digital dan tata kelola risiko Bank Sumut yang semakin kompleks.
Bobby Nasution juga menegaskan reposisi dan penyegaran manajemen merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi Bank Sumut sebagai bank pembangunan daerah yang terus diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi kawasan.
"Perubahan susunan komisaris dan direksi, perubahan nomenklatur, dan penambahan modal adalah langkah untuk memastikan Bank Sumut tetap sejalan dengan regulasi dan mampu tumbuh lebih sehat. Ini komitmen bersama pemegang saham," katanya.
Keputusan pemegang saham tersebut untuk membuka opsi penyertaan modal berbentuk aset dinilai sebagai langkah progresif untuk menjawab tantangan pembangunan daerah yang menuntut stabilitas fiskal sekaligus keberlanjutan pendanaan sektor perbankan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan sinergi antarpemerintah daerah dalam memperkuat peran Bank Sumut sebagai motor penggerak ekonomi regional.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
RUPS LB: Badan Hukum Bank Sumut Berubah, Ketua PWNU Diusulkan Jadi Dewan Pengawas Syariah
Cerita Komisaris Non Independen PT. Bank Sumut: Sulaiman Gagal, Fathoni Berhasil
Sekolah Bintang Rabbani Dompet Dhuafa Waspada Dapat Bantuan 4 Unit Laptop dari Bank Sumut
Bank Sumut Fokus Ubah Mindset dari Konsumsi Impulsif Menuju Investasi Jangka Panjang
Bank Sumut Rayakan Natal, Basarin Yunus Tanjung Wakili Bobby Nasution Beri Bantuan ke Panti Asuhan
Pemulihan UMKM Terdampak Bencana Sumatera, Bank Sumut Siapkan Skema Sesuai Aturan OJK
Komentar