Mantan Pimpinan KPK Tampil Spesial di Samosir Music International: Ajak Ribuan Penonton Peduli Bencana Sumatera
drberita.id -Gelaran Samosir Music Internation di Open Stage Pemerintahan Kabupaten Samosir di Desa Tuktuk Siadong, Sumut, pada 2-4 Juli 2026 menghadirkan musisi mancanegara. Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang tampil spesial.
Dikutip dari tempo.co, Selasa 17 Juli 2026, Festival musik ini menghadirkan musisi mancanegara, seperti band Maite Hontelé y La Novia dari Belanda, Stephen Dominic Elery dari Inggris, serta Yonatan Pandelaki dari Jerman, yang tampil satu panggung bersama sejumlah musisi Tanah Air.
Sejumlah musisi Indonesia yang turut memeriahkan festival ini, di antaranya Viky Sianipar, Lyodra Ginting, Style Voice, Punxgoaran, Dorman Manik dan Rani Simbolon, Ogar Nababan yang dikenal lewat soundtrack film Ngeri-Ngeri Sedap, serta Alsant Nababan.
Penampilan spesial juga datang dari Saut Situmorang, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang membawakan lagu lawas "Sing Sing So" karya komponis legendaris Siddik Sitompul dalam pertunjukan saksofon tunggal.
Penggagas Samosir Music International, Henry Manik, mengatakan festival yang diinisiasi Yayasan Lestari Budaya Sumatera bersama Erasmus Huis itu tidak hanya menjadi ruang pertemuan lintas budaya, tetapi juga membawa semangat kebangkitan bagi masyarakat Sumatera yang terdampak banjir bandang pada November 2025.
Mengusung tema Sumatera's Revival: Rising from Disaster, festival ini diharapkan menjadi simbol harapan dan pemulihan melalui musik.
Henry Manik, pendiri Yayasan Lestari Budaya Sumatera, mengatakan penyelenggaraan Samosir Music International merupakan wujud kecintaannya terhadap tanah kelahiran meski telah lama menetap dan berkarier sebagai musisi di Belanda.
"Saya akan terus berupaya membawa panggung musik internasional ke Samosir karena lewat musik ada kekuatan untuk merawat kebersamaan dan bangkit dari masalah apapun," kata Henry pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Saut Situmorang lewat tiupan saksofonnya juga mengajak ribuan penonton untuk berbagi kepedulian terhadap warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tertimpa musibah banjir bandang dan masih hidup di tenda-tenda pengungsian.
"Sumatera bangkit setelah bencana dengan saling bergotong royong. Samosir Music International harus terus ada hingga bumi kiamat," ujar Saut.
Penyelenggaraan Samosir Music International juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Meningkatnya jumlah wisatawan membuat tingkat hunian hotel, baik berbintang maupun kelas melati, ikut terdongkrak, sekaligus meningkatkan aktivitas penyeberangan menuju Pulau Samosir.
General Manager Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Danau Toba, Nickson Ambarita mengatakan pihaknya menambah frekuensi penyeberangan dengan mengoperasikan tiga kapal feri pada rute Ajibata-Tomok dan Ambarita-Parapat untuk mengakomodasi lonjakan penumpang selama festival berlangsung.
Bobby Nasution Tunggu Keputusan AFF Kasih 2 Opsi Stadion Teladan, Laga Tanpa Penonton atau Venue Latihan Timnas
Prabowonomics Institute Dukung Prabowo Berkantor di Lokasi Bencana Sumatera
USU Award 2025, Rektor: Mari Kita Doakan Korban Bencana di Sumatera
Kabar dari Aceh Tamiang, Dari Jerit Minta Tolong Sampai Jenazah yang Terpaksa Dihanyutkan
11 Jam Diperiksa, Saut Situmorang Optimis KPK Tetapkan Ketua Demokrat Sumut Tersangka