Mantan Teroris Akan Laporkan Pemkab Deliserdang ke Prabowo Terkait Dugaan Pungli SIOP Sekolah Binaan Densus 88 dan BNPT
Redaksi - Kamis, 17 Juli 2025 22:57 WIB
Poto: Istimewa
Ustad Khairul Ghazali.
drberita.id -Terhambatnya penerbitan Surat Izin Operasional (SIOP) SMP Lifeskill Al Hidayah Deliserdang, Ketua Pembinanya Ustad Khairul Ghazali akan melapor ke Presiden Probowo Subianto.
Laporan tersebut terkait dugaan pungli (pungutan liar) pengurusan SIOP SMP Lifeskill Al Hidayah di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Deliserdang.
Menurut mantan Napiter (Narapidana Teroris) tersebut, hal itu adalah masalah serius yang dapat menghambat investasi dan pembangunan putera daerah. Pungli, yang didefinisikan sebagai pemberian atau penerimaan imbalan di luar ketentuan resmi, merupakan tindakan ilegal dan dapat dikategorikan sebagai korupsi.
Pelaku sejarah yang pernah terlibat dalam beberapa aksi teroris ini, mengatakan proses perizinan yang tidak transparan dapat membuka celah bagi oknum melakukan praktik pungli.
Oknum pegawai DPMPTSP Pemkab Deliserdang yang memiliki wewenang dalam proses perizinan dapat menyalahgunakannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Ustad Khairul Ghazali juga mengatakan kurangnya pengawasan yang efektif terhadap proses perizinan dapat memudahkan terjadinya pungli sebagaimana yang dialami SMP Lifeskill Al Hidayah yang sudah mengajukan proposal perizinan sejak 3 tahun lalu, namun sampai sekarang masih belum diterbitkan.
Malah, menurut Ustad Khairul Ghazali, Kepala Sekolah Kartini Lubis dan operator Luqman dimintai oleh oknum pegawai DPMPTSP uang sebesar Rp. 5 juta untuk memuluskan penerbitan SIOP. Akibat tidak diberikan uang, maka pengurusan SIOP dipersulit dan bahkan tidak diluluskan.
Praktik pungli yang sudah mengakar di DPMPTSP Pemkan Deliserdang cukup merugikan institusi sekolah terutama sekolah yang baru berdiri atau sekolah yang masih lemah keuangannya.
Masyarakat atau institusi pendidikan yang tidak memiliki 'jalur' atau tidak mau membayar pungli akan kesulitan mendapatkan izin sebagaimana yang dialami SMP Lifeskill Al Hidayah.
Akibat praktik pungli tersebut, bukan hanya nama baik DPMPTSP Pemkab Deliserdang yang tercoreng, namun mengurangi kepercayaan masyarakat, juga mencoreng Dinas Pendidikan Pemkab Deliserdang.
Ustad Khairul Ghazali meminta Inspektorat Pemkab Deliserdang agar meningkatkan pengawasan terhadap DPMPTSP, dan melibatkan pihak eksternal seperti Satgas Pungli dan memberikan sanksi tegas bagi oknum yang terbukti melakukan pungli.
Selain itu, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hak hak mereka dalam perizinan dan pentingnya melaporkan praktik pungli. Juga dapat membangun budaya kerja yang berintegritas dan anti korupsi di lingkungan DPMPTSP Pemkab Deliserdang.
Sehingga jika menemukan praktik pungli dalam pengurusan SIOP atau perizinan lainnya di DPMPTSP Pemkab Deliserdanh segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang, sebagaimana pihak SMP Al Hidayah melaporkan adanya praktik pungli dalam pengurusan SIOP yang terkesan bermain mata dengan Dinas Pendidikan.
"Pungli dalam perizinan SIOP di DPMPTSP adalah masalah serius yang berdampak negatif pada investasi, pembangunan, dan kepercayaan masyarakat. Diperlukan upaya bersama dari pemerintah dan masyarakat untuk memberantas pungli dan menciptakan lingkungan perizinan yang bersih dan transparan," pungkas Ustad Khairul Ghazali.
Ustad Khairul Ghazali adalah tokoh teroris yang sudah kembali ke pangkuan ibu Pertiwi NKRI ini akan melaporkan masalah pungli di Pemkab Deliserdang ini ke Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Asta Cita Presiden Prabowo: FABEM Dorong Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Pembangun Penjara Khusus Koruptor
Prabowo Tegaskan Indonesia Nonblok di Konflik Timur Tengah
YRKI Minta Prabowo Buktikan Janji Asta Cita Indonesia Sehat: Pembangunan RSUD Tipe A Harus Terwujud
Penulis Yonge Sihombing Luncurkan Buku Prabowonomics Versi Indonesia dan Inggris
Korsup KPK Bertentangan Dengan Asta Cita Presiden Prabowo: Pemborosan Anggaran
Presiden Prabowo Terima Pengurus DPP PKB dan Ketua DPW se Indonesia
Komentar