Profesionalisme Diuji, Rumah Sakit Regina Maris Medan Diduga Salah Diagnosa
Golongan Darah Bayi Beda Dengan Orangtuanya
Redaksi - Kamis, 09 Mei 2024 18:29 WIB
Poto: Istimewa
Rumah Sakit (RS) Regina Maris di Jalan Brigjen Katamso, Medan.
drberita.id -Profesionalisme Rumah Sakit (RS) Regina Maris di Jalan Brigjen Katamso, Medan tengah diuji, setelah diduga melakukan kesalahan fatal.
Disinyalir akibat salah diagnosa, seorang bayi yang baru dilahirkan, justru memiliki golongan darah berbeda dengan kedua orangtuanya.
Kasus ini tersebar setelah pasangan suami istri, DAN (43) dan SH (42) yang menjadi korban dalam permasalah tersebut, membeberkannya kepada wartawan.
Penasehat hukum keluarga pasien, Catur Munthe menuturkan, semua itu terjadi saat istri kliennya melahirkan bayi perempuan secara saecar di rumah sakit elit yang belum lama beroperasi tersebut pada 12 Maret 2024 lalu.
Kelahiran anak ketiga yang sudah dinanti itupun disambut suka cita oleh pasutri tersebut. Namun kegembiraan itu mendadak berubah menjadi gundah gulana, ketika ibu dan bayinya akan keluar dari rumah sakit pada 15 Maret 2024, menerima dokumen kelahiran sesuai hasil laboratorium yang menyatakan bahwa goloran darah bayi mereka AB.
"Bagaimana tidak panik. Golongan darah suami istri itu sama sama B. Tapi kok golongan darah anak mereka yang dikeluarkan oleh dr. Sisca Silvana, MKed (Ped), Sp.A (K) dan penanggung jawab dr Tonny, Sp.PK (K) sesuai hasil lab kok bisa AB," ucap Catur Munthe ketika ditemui di kediaman kliennya di Komplek TVRI, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Kamis 9 Mei 2024.
Akibatnya, asumsi negatif pun muncul dengan golongan darah berbeda tersebut. Dugaannya bahwa si bayi tertukar atau ada faktor lain yang memicu keresahan.
"Wajarkan muncul kecurigaan itu. Dan yang sangat memungkinkan memang bayi klien saya tertukar di rumah sakit," ujarnya.
Tak terima dengan hasil tersebut, pada 20 Maret 2024, lanjut Catur, kliennya pun melakukan pemeriksaan darah sang bayi ke Klinik Prodia di Jalan S Parman Medan.
"Puas sekaligus emosi, karena hasilnya golongan darah di bayi jelas B, sama dengan golangan darah ibu bapaknya," beber Catur.
Atas situasi tersebut, Catur mengatakan bahwa pihaknya tengah membahas langkah apa yang akan diambil untuk menindaklanjuti kesalahan diagnosa dan ketidakprofesionalan rumah sakit elit tersebut.
"Ini bukan hanya sekadar salah diagnosa, namun kejadian ini jelas membuktikan pihak medis RS Regina Maris tidak profesional. Untuk itu, kami sedang merancang langkah apa yang kami ambil, termasuk kemungkinan akan menempuh langkah hukum. Apalagi sampai saat ini tidak ada itikad baik pihak rumah sakit tersebut," pungkasnya.
Sementara itu, tim hukum RS Regina Maris Medan, Emeninta Surbakti saat dikonfirmasi hanya menjawab secara normatif.
"Selamat pagi, akan saya sampaikan ke manajemen terlebih dahulu. Terimakasih," ucapnya singkat melalui pesan singkat WhatsApp nomor 081375363***.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
YRKI Minta Prabowo Buktikan Janji Asta Cita Indonesia Sehat: Pembangunan RSUD Tipe A Harus Terwujud
Zakiyuddin Berharap Rumah Sakit Jantung Medan Bisa Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri
DPRD Medan Temukan Sejumlah Masalah Rumah Sakit Advent, Direktur Akui SLF Belum Selesai
Rumah Sakit Sri Pamela Membang Muda Sudah Lengkap Miliki Persyaratan Limbah B3
Yatim 5 Tahun Penderita Hisprung di Rumah Sakit Adam Malik Dapat Bantuan dari Dompet Dhuafa
Rumah Sakit Regina Maris Medan Gandeng Dompet Dhuafa Untuk Program Sosial Masyarakat
Komentar