Warga NTT dan Keluarga Minta Polsek Medan Sunggal Otopsi ART Tewas Gantung Diri

Redaksi - Kamis, 19 Maret 2026 04:48 WIB
Warga NTT dan Keluarga Minta Polsek Medan Sunggal Otopsi ART Tewas Gantung Diri
Poto: Istimewa
Keluarga ART asal NTT di Polsek Medan Sunggal
drberita.id -Memastikan penyebab kematian asisten rumah tangga (ART) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Kresentia Hoess (21) di rumah majikannya, keluarga korban meminta Polsek Medan Sunggal melakukan otopsi.

10 orang perwakilan keluarga korban dari NTT bertemu dengan penyidik Polsek Medan Sunggal, Rabu 18 Maret 2026.

ART Kresentia Hoess tewas gantung diri di rumah majikanya di Komplek Evergreen Jalan Amal Kecamatan Medan Sunggal.

Paman korban, Maxi Sine yang datang langsung dari NTT mewakili orang tua korban meminta agar jasad Kresentia Hoess diotopsi guna memastikan penyebab kematiannya.

"Saya ini pamannya korban (Kresentia Hoess), saya datang ke sini untuk meminta polisi bisa melakukan otopsi, agar diketahui penyebab kematian korban," kata Maxi Sine kepada penyidik Polsek Medan Sunggal.

Atas persetujuan keluarga, proses otopsi terhadap mayat korban pun dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga korban di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT memperoleh kabar duka dari PT ARI, penyalur tenaga kerja yang merekrut korban untuk bekerja di Medan.

DPW Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (DPW FP NTT) Provinsi Sumatera Utara pun mendesak PT ARI selaku penyalur tenaga kerja yang merekrut korban Kresentia Hoess harus juga bertanggungjawab secara hukum.

"Kami minta agar polisi mendalami management PT. ARI yang merekrut dan menyalurkan korban saudari kami alamarhumah Kresentia Hoess untuk bekerja di Medan. Apa saja isi perjanjian kerja dan hak-hak korban apakah selama ini telah terpenuhi sesuai Undang Undang yang berlaku apa tidak, ini harus diungkap oleh Polisi," ucap Ketua DPW FP NTT, Devis Abuimau Karmoy.

FP NTT akan mengawal hingga kasus ini memperoleh kepastian hukum yang final. Begitu juga Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut dan Kota Medan agar membuka data jumlah perusahaan maupun yayasan yang menyalurkan tenagar kerja asal NTT di Medan.

"Dari kejadian ini kami minta Pemko Medan maupun Pemprovsu agar menyampaikan kepada kami Forum Pemuda NTT jumlah yayasan atau perusahaan yang menyalurkan ART asal NTT. Sebab, peristiwa kelam ini selalu berulang namun tidak ada satu pun pihak yang bertanggungjawab secara hukum," tegasnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru