Ketua KPK Dapat Kritikan dari Mantan Komisioner
Artam - Selasa, 21 Januari 2020 19:17 WIB
drberita/istimewa
Ketua KPK Firli Bahuri
DRberita | Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mendapat kritikan dari mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto. Ia menyebut bahwa yang seharusnya 'digoreng' bukanlah nasi, melainkan koruptor.
"Percayalah korupsi tidak akan bisa kau habisi dengan ribuan piring dari nasi gorenganmu, karena yang perlu kau 'goreng' hingga gosong, hangus, dan kering kerontang adalah para koruptor, bukan nasi," ujar Bambang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 21 Januari 2020.
Kritik tersebut dilontarkan setelah Firli menjadi koki dan memasak nasi goreng dalam acara ramah tamah dengan media di Gedung KPK, Jakarta, Senin 20 Januari 2020.
Menurut Bambang, yang seharusnya dilakukan Firli adalah 'mengolah dan memasak' ramuan antikorupsi melalui program strategis dan ketegasan KPK menghadapi koruptor yang makin masif dan nyata pada era reformasi saat ini.
Bambang menilai selebrasi Firli dengan memasak untuk wartawan tidaklah terlalu penting. Saat ini yang harus dilakukan, menurut dia, adalah membela kehormatan para penyelidik dan penyidik KPK agar makin kuat dan tidak mudah 'dipecundangi' saat tengah melaksanakan tugas mengungkap praktik rasuah.
"Para penyelidik dan penyidik itu yang harus dibela, bukan disuguhi perilaku seleberasi naif yang tak penting sama sekali," kata Bambang.
Bambang lantas mengingatkan bahwa saat ini tugas utama Firli adalah mengobarkan nyali di setiap insan KPK dalam melawan para koruptor. Bambang meminta Firli tidak membiarkan perjuangan dan kehormatan lembaga antirasuah jatuh di hadapan koruptor.
"Percayalah korupsi tidak akan bisa kau habisi dengan ribuan piring dari nasi gorenganmu, karena yang perlu kau 'goreng' hingga gosong, hangus, dan kering kerontang adalah para koruptor, bukan nasi," ujar Bambang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 21 Januari 2020.
Kritik tersebut dilontarkan setelah Firli menjadi koki dan memasak nasi goreng dalam acara ramah tamah dengan media di Gedung KPK, Jakarta, Senin 20 Januari 2020.
Menurut Bambang, yang seharusnya dilakukan Firli adalah 'mengolah dan memasak' ramuan antikorupsi melalui program strategis dan ketegasan KPK menghadapi koruptor yang makin masif dan nyata pada era reformasi saat ini.
Bambang menilai selebrasi Firli dengan memasak untuk wartawan tidaklah terlalu penting. Saat ini yang harus dilakukan, menurut dia, adalah membela kehormatan para penyelidik dan penyidik KPK agar makin kuat dan tidak mudah 'dipecundangi' saat tengah melaksanakan tugas mengungkap praktik rasuah.
"Para penyelidik dan penyidik itu yang harus dibela, bukan disuguhi perilaku seleberasi naif yang tak penting sama sekali," kata Bambang.
Bambang lantas mengingatkan bahwa saat ini tugas utama Firli adalah mengobarkan nyali di setiap insan KPK dalam melawan para koruptor. Bambang meminta Firli tidak membiarkan perjuangan dan kehormatan lembaga antirasuah jatuh di hadapan koruptor.
"Ketua KPK, hari ini, tugas utamamu adalah nyalakan nyali KPK untuk lawan koruptor dan bukan malah mematikan elan izah insan KPK di hadapan koruptor, sang musuh abadi kehidupan," kata Bambang. (art/drc)
SHARE:
Editor
:
Sumber
: republika.co.id
Tags
Berita Terkait
8 Potensi Korupsi MBG Versi KPK
Pernah Diperiksa KPK 11 Jam, Lokot Nasution Jadi Saksi Sidang Korupsi DJKA, Mikhel Siregar: Demokrat Harus Bersih dari Koruptor
LHKPN KPK: Harta Kekayaan Kepala Dinas PUTR Tanjungbalai Naik Rp 4 Miliar
Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno Kembali Diperiksa KPK, Ini Alasannya
KPK Serahkan Buku Pendidikan Antikorupsi kepada Prof Muryanto
Korsup KPK Bertentangan Dengan Asta Cita Presiden Prabowo: Pemborosan Anggaran
Komentar