Kisah Bocah Penyintas Banjir Aceh: Terima Kasih Ya, Om

Redaksi - Senin, 29 Desember 2025 13:16 WIB
Kisah Bocah Penyintas Banjir Aceh: Terima Kasih Ya, Om
Poto: Istimewa
Ahmad menerima bantuan dari relawan.
drberita.id -Di tengah duka pascabanjir bandang yang melanda Desa Sekumur, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang, terselip kisah inspiratif dari seorang bocah bernama Muhammad Mustafa Syah.

Siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) ini menarik perhatian para relawan karena ketangguhannya membantu orang tuanya mencari ikan di sungai dengan menggunakan perahu kayu.

​Namun, yang membuat para relawan terenyuh adalah cara Ahmad mengemudikan perahu. Tanpa alat dayung yang memadai, Ahmad hanya mengandalkan 'sutil' atau centong nasi kayu berukuran besar untuk mengarungi sungai.

​Keunikan dan kegigihan Ahmad ini kemudian sampai ke telinga Pandawa, Founder Pandawa Kayak.

Tergerak oleh semangat bocah tersebut, tim relawan Pandawa Kayak bersama Relawan Lowyers FC datang langsung ke Desa Sekumur untuk memberikan apresiasi.

"Pemberian hadiah itu didasari karena Ahmad ini sangat lihai saat di atas perahu kayu miliknya mengarungi sungai mencari ikan untuk membantu orang tuanya pasca banjir bandang," ujar Agum, salah satu pendiri Sekolah Rakyat di lokasi pengungsian, Sabtu 27 Desember 2025.

​Agum menceritakan dirinya sempat melihat langsung Ahmad bersusah payah, namun tetap lincah mendayung dengan sutil kayu. Kegigihan Ahmad itulah yang dusampaikannya kepada Pandawa hingga akhirnya membantu memberikan peralatan olahraga mendayung.

​Setibanya di bibir sungai Desa Sekumur, tim relawan disambut oleh Ahmad dan warga setempat. Pandawa langsung menyerahkan sejumlah perlengkapan profesional, di antaranya life jacket (jaket pelampung), paddle (dayung profesional), dan kaos Pandawa Kayak.

"Sini Mad, ini ada hadiah buat Ahmad. Ini Om kasih jaket, paddle, dan kaos. Jaket ini harus Ahmad pakai kalau main ke sungai supaya tidak tenggelam. Dan ini paddle untuk mendayung, jadi kalau naik perahu pakai ini ya," kata Pandawa sambil menjelaskan fungsi alat kepada Ahmad yang terlihat bingung namun gembira.

​Ahmad yang tidak pernah melihat peralatan olahraga air modern hanya bisa tersenyum malu sambil memegang dayung barunya. "Terima kasih ya, Om," ucapnya singkat.

​Aksi spontan para relawan ini bukan sekadar memberi bantuan, namun juga merupakan bentuk dukungan moril untuk membahagiakan anak-anak penyintas bencana.

Lebih dari itu, mereka berharap bantuan ini menjadi awal bagi Ahmad untuk mengembangkan bakatnya secara profesional. "Semoga Ahmad jadi atlet dayung profesional ke depannya ya, Mad," kata Pandawa.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru