Pemko Medan Gotong Royong Serentak di 21 Kecamatan: Di Medan Denai, Walikota Terima Keluhan Narkoba

Redaksi - Minggu, 16 Agustus 2026 14:10 WIB
Pemko Medan Gotong Royong Serentak di 21 Kecamatan: Di Medan Denai, Walikota Terima Keluhan Narkoba
Poto: Istimewa
Gotong royong serentak 21 Kecamatan Pemko Medan di Medan Denai.
drberita.id -Pemko Medan menggelar gotong royong serentak di 21 kecamatan, pada Sabtu 15 Agustus 2026, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gotong royong serentak itu sebagai gerakan "Indonesia Asri" untuk menyemarakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Walikota Medan Rico Waas mengatakan pelaksanaan gotong royong serentak di 21 kecamatan dipastikan berjalan dengan baik. Salah satu lokasi yang dikunjungi Rico Waas adalah Kecamatan Medan Denai, tepatnya di jalan Keramat Indah, Kelurahan Medan Tenggara.

Selain gotong royong membersihkan lingkungan, aksi penanaman pohon juga dilakukan di seluruh wilayah kecamatan.

Rico Waas didampingi Anggota DPRD Kota Medan Afif Abdillah dan pimpinan perangkat daerah serta Camat Medan Denai, memantau aktivitas gotong royong yang melibatkan masyarakat dan sejumlah alat berat. Tidak hanya di Medan Denai, melalui layar monitor, Rico Waas memantau pelaksanaan gotong royong di kecamatan lainnya.

"Hari ini kita kembali gotong royong dan menyapa warga. Bedanya, hari ini dilaksanakan serentak di 21 kecamatan yang dipimpin oleh para camat. Ini dilakukan dalam rangka menyambut 17 Agustus sekaligus menggerakan pasukan dan masyarakat untuk membersihkan daerah masing-masing," jelas Ric.

Selain memantau gotong royong, Walikota juga melakukan kegiatan sapa warga. Rico Waas berinteraksi langsung dengan warga untuk mendengarkan aspirasi, masukan maupun keluhan yang disampaikan.

Tidak hanya mendengarkan, Rico Waas juga merespons cepat berbagai keluhan warga, mulai dari persoalan banjir dan drainase, penanganan sampah di permukiman, lampu penerangan jalan umum (LPJU), ketersediaan air bersih dan program bantuan pemerintah hingga persoalan Adminduk.

Bahkan ada keluhan warga yang menjadi perhatian Rico Waas yakni persoalan narkoba. Seperti yang disampaikan Megawati Harahap (76), seorang pensiunan Dinas Kesehatan Kota Medan yang tinggal di Jalan Jermal 12. Dirinya secara terbuka meminta Pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menggulung habis sarang narkoba di kawasan Jermal 15 Ujung.

"Mohon sama Bapak Walikota, ini (narkoba di Jermal 15 Ujung) untuk segera dibersihkan! Kami ibu ibu di sini sangat mengharapkan. Anak anak kami takut kena narkoba, kami sering kehilangan anak, rupanya sudah di sana," ujar Megawati.

Tak hanya merusak mental remaja, peredaran narkoba juga menjadi pemantik tingginya angka kriminalitas di pemukiman warga. Megawati membeberkan maraknya aksi pencurian barang hingga kekhawatiran terhadap anak gadis mereka yang mulai terpengaruh arus pergaulan bebas, narkoba sudah sampai pada tahap yang sangat mengkhawatirkan.

Menanggapi kekhawatiran warga itu, Rico Waas memastikan Pemko Medan terus berkoordinasi terus dengan jajaran kepolisian dan TNI untuk melakukan penindakan secara tegas.

"Pemko Medan tidak akan tinggal diam, kita akan terus mendorong aparat kepolisian dan TNI untuk membongkar serta menindak narkoba di kawasan Jermal 15 secara terus-menerus," katanya.

Rico Waas juga menanggapi keluhan terkait pembatasan antrean pelayanan administrasi kependudukan. Warga yang telah mendapatkan nomor antrean seharusnya tetap dilayani. Ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan mengevaluasi petugas di kecamatan agar tidak membatasi pelayanan atau membuat aturan sendiri.

"Kalau sudah masuk antrean ini harus dilayani. Tolong Pak Kadis, bereskan permasalahannya. Jangan membatasi dan jangan membuat aturan sendiri pada anggota bapak," tegas Rico.

Pemko Medan telah mengembalikan pelayanan administrasi kependudukan seperti KTP dan KK ke tingkat kecamatan untuk menghindari penumpukan warga di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ia menegaskan tidak ada pembatasan dalam pengurusan dokumen kependudukan dan seluruh pelayanan diberikan secara gratis.

Rico Waas juga menjelaskan program 'Sapa Warga' adalah untuk menampung berbagai kendala dan aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan dan Kecamatan. "Fungsi Sapa Warga ini adalah menyerap langsung aspirasi masyarakat. Kami juga menitipkan pesan kepada camat dan lurah untuk terus mendengar dan bergerak cepat merespons setiap permasalahan warga," katanya.

Walikota Medan Rico Waas pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyemarakkan HUT ke- 81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera Merah Putih, serta menjaga kebersamaan demi mendorong kemajuan ekonomi dan pembangunan Kota Medan.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru