Masalah Lingkungan Saat Ini Sudah Berada Pada Level Atas
Artam - Sabtu, 02 November 2019 11:04 WIB
drberita/istimewa
Direktur KIRAB Provinsi Sumut Indra Buana Tanjung SH bersama pengurus KIRAB Kabupaten Langkat.
DRberita | Direktur Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) Provinsi Sumatera Utara, Indra Buana Tanjung mengatakan permasalahan lingkungan saat ini sudah berada pada level teratas yang menghawatirkan.
"Penyebab permasalahan lingkungan tersebut antara lain karena lemahnya pelaksanaan pengawasan baik dari masyarakat maupun aparat penegak hukum," ungkap Indra, dalam keterangan persnya, seusai pembentukan KIRAB Kabupaten Langkat, akhir pekan.
Menurutnya, terjadinya eksploitasi lingkungan yang berlebihan dan penyemaran lingkungan, serta penegakan hukum yang idak berpihak dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan terhadap penyemaran menjadi alasan.
Sehubungan dengan permasalahan lingkungan tersebut, maka KIRAB hadir memberikan solusi nyata sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan antara lain melakukan normalisasi sungai dan saluran air sehingga dapat mengalir dengan baik.
"Kemudian, membuat program kerja berbasis lingkungan di berbagai daerah, seperti kampung bebas rokok dan Obat-obatan psikotropika, bedah kampung dari kampung kotor dan tercemar menjadi kampung bersih dan nyaman atau sehat. Pembuatan biogas guna mengelola lingkungan dan mengubah barang tidak berguna menjadi berguna, pembuatan bank sampah berbasis 3R (Recycle, Reduse, Reuse)," kata Indra.
KIRAB Kabupaten Langkat yang terbentuk dipimpin Koordinator Sutiman, S.Ip, Sekretaris Sauli Lubis dan Bendahara Saripuddin. Sutiman mengatakan telah menyiapkan program kerja untuk masa baktinya, yaitu pertama akan melaksanakan bimbingan teknis fasilitator lingkungan.
"Penyebab permasalahan lingkungan tersebut antara lain karena lemahnya pelaksanaan pengawasan baik dari masyarakat maupun aparat penegak hukum," ungkap Indra, dalam keterangan persnya, seusai pembentukan KIRAB Kabupaten Langkat, akhir pekan.
Menurutnya, terjadinya eksploitasi lingkungan yang berlebihan dan penyemaran lingkungan, serta penegakan hukum yang idak berpihak dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan terhadap penyemaran menjadi alasan.
Sehubungan dengan permasalahan lingkungan tersebut, maka KIRAB hadir memberikan solusi nyata sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan antara lain melakukan normalisasi sungai dan saluran air sehingga dapat mengalir dengan baik.
"Kemudian, membuat program kerja berbasis lingkungan di berbagai daerah, seperti kampung bebas rokok dan Obat-obatan psikotropika, bedah kampung dari kampung kotor dan tercemar menjadi kampung bersih dan nyaman atau sehat. Pembuatan biogas guna mengelola lingkungan dan mengubah barang tidak berguna menjadi berguna, pembuatan bank sampah berbasis 3R (Recycle, Reduse, Reuse)," kata Indra.
KIRAB Kabupaten Langkat yang terbentuk dipimpin Koordinator Sutiman, S.Ip, Sekretaris Sauli Lubis dan Bendahara Saripuddin. Sutiman mengatakan telah menyiapkan program kerja untuk masa baktinya, yaitu pertama akan melaksanakan bimbingan teknis fasilitator lingkungan.
"Kedua, pendidikan dan pelatihan pengelolaan bank sampah sekaligus pembentukan unitnya yang berlokasi di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjung Pura. Ketiga, sosialisasi kesadaran lingkungan dengan mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan," paparnya. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Limbah Dapur MBG di Deliserdang Buat Resah Masyarakat, Bupati Harus Bertindak
Warga Jalan Turi Tolak Rencana Walikota Medan Alihfungsi RTH Jadi TPA Sampah
PT Universal Gloves Terbukti Bersalah: Cemari Udara, Air, dan Abaikan Pengolahan Limbah Berbahaya
DPRD Medan Minta Pembelian 2001 Becak Sampah Untuk Program Pembangkit Listrik
Warga Keluhkan Tumpukan Sampah Pascabanjir ke Anggota DPRD Medan: Segera Kita Tuntaskan
Suka Duka Pedagang Pasar Tradisional Datok Kabu Pasar 3 Tembung di Atas Parit Penuh Sampah
Komentar