Melalui Akun Twitter BPIP, Yudian Wahyudi Klarifikasi 'Agama Musuh Pancasila'

Artam - Jumat, 14 Februari 2020 11:13 WIB
Melalui Akun Twitter BPIP, Yudian Wahyudi Klarifikasi 'Agama Musuh Pancasila'
istimewa
Pernyataan Ketua BPIP Yudian Wahyudi di twitter, Jumat 14 Februari 2020.
DRberita | Yudian Wahyudi akhirnya mengklarifikasi. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu meluruskan pernyataannya soal 'agama musuh Pancasila' yang membuat gaduh.

"Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena kelima sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam Kitab Suci keenam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI," ujar Yudian dalam penjelasan resminya, Jumat 14 Februari 2020, yang diunggah akun Twitter BPIP, @BPIPRI, Selasa 14 Februari 2020 pagi.

Namun, kata dia, pada kenyataannya justru Pancasila sering dibenturkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrem.

"Padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas). dalam konteks inilah, "agama" dapat menjadi musuh terbesar," kata dia.

Berikut pernyataan lengkap klarifikasi Yudian terkait 'Agama Musuh Pancasila' yang diunggah akun Twitter BPIP, @BPIPRI, Jumat 14 Februari 2020 pagi.

'Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena kelima sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam Kitab Suci keenam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI. Namun pada kenyataannya, pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrim, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas). Dalam konteks inilah, "agama" dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas, bahkan setiap orang, beragama, padahal Pancasila dan Agama tidak bertentangan, bahkan saling mendukung.' (art/drc)

SHARE:
Editor
:
Sumber
: cnnindonesia.com
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru