Umat Islam di Tarutung Sumut Soroti Progam MBG Pemerintah Demi Aspek Kehalalan

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2025 16:39 WIB
Umat Islam di Tarutung Sumut Soroti Progam MBG Pemerintah Demi Aspek Kehalalan
Poto: Istimewa
Anggota DPD RI Muhammad Nuh bersama tokoh masyarakat unat islam Kabupaten Tapanuli Utara.
drberita.id -Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Muhammad Nuh menegaskan pentingnya pemerintah menjaga kepercayaan seluruh lapisan masyarakat, khususnya Umat Islam di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Penegasan itu disampaikan Muhammad Nun dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat Umat Islam yang minoritas di Masjid Syuhada Tarutung, Rabu 29 Januari 2025.

Umat Islam di Tarutung menyoroti potensi tercampurnya makanan tidak halal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah, dan itulah yang menjadi perhatian khusus mereka.

"Program makan bergizi gratis ini adalah langkah positif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, kita harus memastikan pelaksanaannya harus memperhatikan aspek kehalalan, terutama bagi masyarakat Muslim. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap keyakinan mereka," ujar Muhammad Nuh.

Hadiri dalam pertemuan sejumlah tokoh masyarakat, antara lain Ketua MUI Tapanuli Utara H. Samsul Pandiangan, Ketua NU Tapanuli Utara M. Nazar Lutfi Tambunan, Ketua PD Muhammadiyah Tapanuli Utara H. Abdul Rahman Munir Aritonang, Ketua PD Al Washliyah Tapanuli Utara Abdurrahman Sitompul, Ketua DMI Tapanuli Utara, H. Ahmad Sihombing, serta Pimpinan BAZNAS Tapanuli Utara Ali Umar Nasution.

Masyarakat Tapanuli Utara menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka mengapresiasi upaya Muhammad Nuh yang segera merespons kekhawatiran mereka dengan penuh perhatian dan sikap toleransi yang tinggi.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Muhammad Nuh terhadap kekhawatiran kami. Dialog seperti ini sangat penting untuk menjaga kerukunan dan saling pengertian antar sesama kelompok masyarakat," ujar Ketua MUI Tapanuli Utara, H. Samsul Pandiangan.

Muhammad Nuh pun menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga terkait, seperti MUI untuk memastikan program MBG pemerintah memenuhi standar kehalalan.

"Kita harus memastikan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga sesuai dengan ajaran agama yang diyakini oleh masyarakat," jelas Muhammad Nuh.

Pertemuan itupun diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Tapanuli Utara, sehingga program MBG dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Muhammad Nuh berkomitmen untuk terus memantau perkembangan program MBG di Sumut khususnya di Tapanuli Utara, dan siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah demi tercapainya kesejahteraan bersama.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru