Aktivis 98 Pesan Ini ke Bobby Nasution Sebelum Menyalon di Pilgubsu 2024

Persoalan Dinas Perhubungan Medan
Redaksi - Jumat, 21 Juni 2024 12:00 WIB
Aktivis 98 Pesan Ini ke Bobby Nasution Sebelum Menyalon di Pilgubsu 2024
Poto: Istimewa
Bobby Nasution
drberita.id -Walikota Medan Bobby Nasution sebaiknya mengganti posisi Kepala Dinas Perhubungan Iswar Lubis sebelum mencalonkan diri maju di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2024. Gantikan dengan sosok yang lebih profesional dari Iswar Lubis.

"Beberapa program di Dinas Perhubungan Kota Medan tidak berjalan, dan cenderung hanya untuk menghabiskan uang negara," ungkap mantan Aktivis 98 Charles Butarbutar, Jumat 21 Juni 2024.

Menurut Charles, Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis tidak memiliki pengetahuan untuk menjalankan roda organisasi dinas. Sehingga program yang sudah ada tidak berjalan secara maksimal.

Program dimaksud seperti Sibonas, e-Parking yang pernah dilaunching, diviralkan ternyata tidak berhasil.

"Sementara, untuk membuat program tersebut tentunya ada rapat, ada makan minum, ada survey yang menggunakan anggaran negara. Jika program tersebut tidak berjalan, tentunya itu dapat dikategorikan penghamburan uang negara," kata Charles.

Charles pun meminta Walikota Medan Bobby Nasution melakukan evaluasi terhadap kinerja Iswar Lubis dan jangan hanya menerima laporan.

Ketidakbecusan Iswar Lubis memimpin Dinas Perhubungan Kota Medan jangan dibiarkan berlarut, agar keuangan negara tidak semakin banyak yang bocor.

Di samping itu, lanjut Charles, pengelolaan KIR atau Speksi kenderaan mobil di Kota Medan cenderung asal-asalan.

"Gedung KIR atau Speksi yang ada di Amplas dan Pinang Baris sebaiknya dijadikan Monumen KIR Dishub Medan, karena mobil angkutan yang harusnya diuji di gedung itu laik atau tidaknya beroperasi sangat jarang terlihat. Saya amati hampir setiap hari tidak ada yang mengurus KIR," katanya.

"Ketidakbecusan ini menambah persoalan di Dinas Perhubungan Kota Medan," tambah Charles.

Dinas Perhubungan Kota Medan saat ini tengah berencana melaunching Parkir Berlangganan, tepatnya 1 Juli saat HUT Kota Medan. Program ini tentunya juga sudah menghabiskan anggaran untuk merealisasikannya.

"Namun, apakah program ini sudah berlandaskan pada survey yang ilmiah," seru Charles.

Sub Koordinator Lingkup Parkir Khusus Dinas Perhubungan Kota Medan, M. Zein Lubis mengatakan parkir berlangganan hanya berlaku di tepi jalan umum di seluruh Kota Medan, jadi kawasan yang memiliki pajak parkir seperti mal, supermarket, minimarket, itu tidak termasuk.

"Lalu bagaimana dengan Komplek Tomang Elok yang selama ini dikutip restribusi dan tidak dikenakan pajak parkir, apakah berlaku parkir berlangganan ini atau tetap dipungut restribusi. Bagaimana warga yang telah membeli parkir berlangganan, apakah akan dikenakan restribusi juga," tegas Charles.

Charles pun sangat pesimis dengan program parkir berlangganan tersebut bisa berjalan.

"Solusi terbaik untuk mengatasi parkir di Kota Medan adalah Walikota Medan segera mengganti Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis, dan mengangkat pejabat yang memiliki pengetahuan. Sebaiknya ini dilakukan Walikota Medan Bobby Nasution sebelum mencalonkan diri sebagai Cagubsu," tutup Charles.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru