Anggota DPRD Medan Murka Lansia 83 Tahun Disuruh ke Kantor Lurah Ambil Beras Gula dan Tulur
Redaksi - Rabu, 12 Agustus 2026 14:16 WIB
Poto: Istimewa
Poto Salmiah terima beras gula dan telur diposting di whatapp pendamping PKH Kelurahan Polonia.
drberita.id -Anggota DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy mendesak Walikota Rico Waas mengevaluasi kinerja Lurah Polonia dan pendamping PKH. Selain itu, evaluasi juga kinerja Kepala Lingkungan (Kepling) di Jalan Starban Gang Famili.
Desakan itu disampaikan Rommy menyusul temuan wanita lansia 83 tahun bernama Salmiah yang hidup sebatang kara di Jalan Starban Gang Famili Nomor 90, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia.
Persoalan tersebut semakin memprihatinkan setelah Salmiah yang memiliki keterbatasan fisik justru dihadirkan ke kantor lurah untuk menerima bantuan berupa beras, gula, dan telur. Seharusnya bantuan diantar langsung ke kediaman Salmiah mengingat kondisi perempuan tua itu kesulitan berjalan.
"Seharusnya, kalau mau menyerahkan bantuan, pihak kelurahan dan jajarannya serta pendamping PKH mendatangi kediaman Salmiah. Bukan sebaliknya mengundang dia datang ke kantor lurah," ujar Rommy, Selasa (11/8/2026).
Ia juga menyoroti unggahan foto Salmiah saat menerima bantuan di Kantor Lurah Polonia yang diposting oleh pendamping PKH berinisial DRJ melalui status WhatsApp.
"Bahkan yang lebih miris lagi, foto Salmiah menggenggam bantuan telur dan beras di Kantor Lurah Polonia diposting DRJ, pendamping PKH Kelurahan Polonia di status WhatsApp nya," kata Rommy.
Rommy mengatakan, unggahan tersebut disertai tulisan, "Sebenarnya gak perlu diviral2kan ..semua butuh proses..masak mie instan juga butuh proses". Unggahan tersebut justru menunjukan adanya sikap tak patut dari petugas yang menangani bantuan sosial.
"Nah, ini kan bebal namanya. Sudah lalai, tapi tak mau mengakui kesalahan. Artinya, dengan memposting foto Salmiah menerima bantuan di Kantor Lurah Polonia dengan menulis caption tersebut, ia telah melawan pimpinannya," kata Rommy.
Rommy meminta Walikota Medan Rico Waas mengevaluasi kinerja Lurah Polonia Fitra Azmayanti Nasution, pendamping PKH, dan kepling di Jalan Starban Gang Famili.
"Itulah sebabnya saya katakan tadi, walikota harus mengevaluasi perangkatnya di Kelurahan Polonia. Aparat seperti inilah yang meruntuhkan wibawa serta harkat dan martabat Walikota Medan yang dikenal dengan slogannya 'Medan untuk Semua'," tegasnya.
Jika ini dibiarkan, kata Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC-PP) Medan Polonia ini, wibawa Pemko Medan, terlebih lagi Walikota Rico Waas tidak ada harganya.
Sebelumnya, Rommy menemukan Salmiah, lansia 83 tahun yang hidup seorang diri tanpa mendapatkan bantuan pemerintah. Rommy bersama timnya mengunjungi kediaman Salmiah di Jalan Starban Gang Famili Nomor 90, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, pada Minggu (9/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Rommy berdialog langsung dengan Salmiah sekaligus melihat kondisi rumah dan kehidupan sehari-hari perempuan tersebut. Di hadapan Rommy, Salmiah mengaku selama ini menjalani hidup seorang diri. Ia mengatakan keluarganya hanya tersisa cucu yang tidak pernah datang menjenguknya.
"Saya hidup sebatang kara. Keluarga hanya tinggal cucu-cucu, itu pun tak pernah mau datang melihat saya," ujar Salmiah.
Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Salmiah mengaku mengandalkan belas kasihan dari tetangga. "Kalau makan tiap hari, dari tetangga, Pak," katanya.
Meski hidup dalam keterbatasan, Salmiah tetap menyambut Rommy dan timnya dengan santun. Ia juga masih rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) rumahnya.
Rommy mengatakan kondisi yang dilihatnya menunjukkan masih ada warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
"Ya, tadi sudah kita lihat sendiri ada saudara kita, orang tua kita, nenek kita yang butuh uluran tangan karena kondisinya sangat memprihatinkan. Ia sudah tidak bisa bekerja lagi karena usianya," kata Rommy.
Persoalan Salmiah bukan hanya menyangkut kondisi tempat tinggal, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar.
"Untuk makan saja pun ia berharap dari belas kasihan tetangganya. Namun yang lebih miris lagi, orang yang sangat-sangat layak mendapatkan pertolongan ini sama sekali tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujarnya.
Rommy kemudian menyatakan akan memfasilitasi Salmiah agar mendapatkan akses terhadap berbagai program bantuan sosial pemerintah.
Sebagai langkah awal, Rommy menerima fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Salmiah untuk membantu proses pengurusan administrasi dan akses bantuan. Ia juga memastikan proses administrasi kependudukan Salmiah ditindaklanjuti.
"Karena itu, saya dan tim akan memfasilitasi orang tua kita ini untuk mendapatkan segala bentuk bantuan yang ada," kata Rommy.
Rommy mengatakan, pada Senin (10/8/2026), operator Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan yang bertugas di Kantor Lurah Polonia akan dibawa ke kediaman Salmiah. Petugas tersebut akan melakukan perekaman KTP elektronik dan pengurusan administrasi kependudukan yang diperlukan.
Rommy berharap kondisi Salmiah menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, terlebih menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Ini patut menjadi perhatian kita semua. Terlebih lagi menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia. Karena merdeka sesungguhnya ialah tidak ada lagi rakyat, warga negara ini yang kelaparan," pungkasnya.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Henri Jhon Ungkap Aset Pemko Medan Diperjualbelikan di Bawah Tangan
Aneh RDP DPRD Medan: Proyek 9 Ruko Wins Square Kena SP3, Tapi Masih Berjalan
Perkuat Persatuan, Rommy Van Boy Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila Untuk Tolak LGBT
DPRD Medan Apresiasi Restorative Justice Antonius Tumanggor Dengan Robin Silalahi
Bahas Kejahatan di Kawasan Pelabuhan, Kapolres Belawan Jumpai Ketua DPRD Medan
Badan Kehormatan DPRD Medan Akan Panggil Anggota Dewan AT
Komentar