Aplikasi SPMB Sumut Masih Pakai Server Pemprovsu, LTKP: Alexander Jangan Buat Malu Bobby Nasution

Redaksi - Senin, 25 Mei 2026 23:21 WIB
Aplikasi SPMB Sumut Masih Pakai Server Pemprovsu, LTKP: Alexander Jangan Buat Malu Bobby Nasution
Poto: Istimewa
Bukti lekot aplikasi SPMB Sumut Berkah 2026.
drberita.id -Problem pendaftaran calon murid sekolah menengah atas (SMA) Negeri di Sumut melalui aplikasi SPMB masih belum teratasi. Server yang digunakan ternyata masih menggunakan milik Pemprovsu.

Pendaftaran yang dilakukan calon murid dan orangtua masih terkendala dalam proses mengauploudan data. Masalah itu terjadi karena lemahnya server aplikasi yang digunakan.

"Kalau lemot berarti server, bukan programmer. Kalau dulu untuk mengantisipasi itu, dinas sewa juga server biar cepat. Sekarang pimpinan gak mau, karena menurut dia cukup yang punya Pemprovsu saja," ungkap sumber, Senin 25 Mei 2026.

Menanggapi masalah server itu, Presidium Lingkaran Transparansi Kebijakan Publik (LTKP), Syafaruddin Sikumbang mendesak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution agar mengevaluasi jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Alexander Sinulingga.

"Persoalan server aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027 tingkat SMA/SMK Negeri sederajat ini jangan dianggap sederhana. Bobby harus segera panggil Alexander untuk mempertanyakan masalahnya. Jangan sampai karena lemahnya kenierja, Bobby yang mendapat malu nantinya gegara SPMB ini," ujar Syafaruddin.

Menurutnya, evaluasi terhadap Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga perlu dilakukan karena aplikasi SPMB Sumut Berkah 2026 yang digunakan berjalan lambat dan menyulitkan para murid dan orangtua memasukan data untuk mendaftar ke sekolah SMA/SMK Negeri di berbagai daerah di Sumatera Utara.

Aplikasi pendaftaran SPMB Sumut Berkah 2026 yang dapat diakses melalui https://spmbsumutberkah.disdik.sumutprov.go.id, disebut mengalami gangguan sejak hari pertama pembukaan pendaftaran pada Senin, 25 Mei 2026.

Banyak orangtua dan calon murid mengeluhkan server yang lambat, sulit diakses, hingga proses penginputan data yang berulang kali gagal.

"Jangan terkesan canggih tapi servernya lemot. Kondisi ini membuat masyarakat kecewa karena sistem yang seharusnya mempermudah justru menimbulkan kesulitan bagi calon peserta didik dan orangtua," katanya.

Syafaruddin juga meminta Dinas Pendidikan Sumut memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait gangguan sistem. Menurutnya, persoalan ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Transparansi dan kesiapan Dinas Pendidikan Sumut dalam pelaksanaan penerimaan murid baru, khususnya sekolah favorit di sejumlah daerah seperti Kota Medan, Pematangsiantar, Binjai dan lainnya sangat berpengaruh.

"Jangan sampai muncul dugaan adanya permainan dalam proses penerimaan murid baru akibat sistem yang tidak berjalan maksimal," kata Syafaruddin Sikumbang.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru