Kader AMPI Minta Ketua Umum Golkar Selesaikan Konflik Internal Organisasi Hasil Rapat Pleno IX
Redaksi - Sabtu, 25 Juli 2026 16:45 WIB
Poto: AI
kader AMPI dan KIM Partai Golkar sejak 2001, Edy Syahputra.
drberita.id -Dinamika internal Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) kembali menjadi perhatian. Di tengah menguatnya perdebatan pelaksanaan Rapat Pleno IX DPP AMPI, kader AMPI dan KIM Partai Golkar sejak 2001, Edy Syahputra menegaskan konstitusi organisasi harus ditempatkan di atas segala kepentingan.
Menurutnya, organisasi kader hanya akan tetap kuat apabila seluruh keputusan dibangun di atas kepatuhan terhadap Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta Peraturan Organisasi yang berlaku.
Tidak boleh ada ruang bagi siapa pun untuk mengabaikan aturan organisasi demi kepentingan tertentu. "Saya meyakini bahwa AD/ART bukan sekadar dokumen administratif, melainkan konstitusi organisasi yang wajib dipatuhi seluruh kader. Aturan organisasi bersifat final dan mengikat tanpa pengecualian," tegas Edy Syahputra kepada wartawan, Sabtu 25 Juli 2026.
Atas dasar itu, Edy menyatakan menolak hasil Rapat Pleno IX DPP AMPI karena terdapat dugaan pelaksanaannya tidak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam AD/ART dan Peraturan Organisasi DPP AMPI.
"Setiap keputusan yang lahir dari forum yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan organisasi patut dipertanyakan legitimasi organisatorisnya sampai terdapat penyelesaian melalui mekanisme organisasi yang sah," katanya.
Edy mengingatkan bahwa ancaman terbesar bagi sebuah organisasi bukan hanya datang dari luar, tetapi juga dapat muncul dari dalam ketika konstitusi organisasi mulai diabaikan.
Ia menyebut kondisi itu bisa sebagai "bahaya laten organisasi", yakni situasi ketika kepentingan kelompok atau kepentingan sesaat ditempatkan di atas aturan yang menjadi fondasi organisasi.
"Jika konstitusi organisasi tidak lagi menjadi pedoman, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keabsahan setiap keputusan, tetapi juga marwah organisasi, persatuan kader, dan kepercayaan publik terhadap AMPI sebagai organisasi kader Partai Golkar," jelas Edy.
Ia menilai bahwa penyelesaian terhadap dinamika internal harus dilakukan secara konstitusional, transparan, dan menjunjung tinggi mekanisme organisasi, sehingga setiap kader memperoleh kepastian hukum organisasi serta menjaga soliditas AMPI ke depan.
Edy pun meminta Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia selaku Pembina DPP AMPI untuk mengambil langkah penyelesaian secara bijaksana, objektif, dan sesuai dengan AD/ART organisasi, agar polemik yang berkembang dapat diselesaikan secara bermartabat dan tidak menimbulkan perpecahan di kalangan kader.
"AMPI adalah organisasi kader yang memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemimpin bangsa. Karena itu, menjaga AMPI berarti menjaga konstitusinya. Tidak boleh ada satu pun kepentingan yang ditempatkan lebih tinggi daripada AD/ART organisasi," tegasnya.
Edy mengajak seluruh kader AMPI di Indonesia untuk tetap menjaga persatuan, menghormati konstitusi organisasi, dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui mekanisme yang telah diatur dalam AD/ART.
"Mau dibawa ke mana AMPI apabila konstitusi organisasi tidak lagi ditegakkan? Organisasi hanya akan dihormati apabila seluruh kader menghormati aturan yang menjadi fondasi berdirinya organisasi tersebut. Selamatkan AMPI dengan menegakkan AD/ART, karena organisasi yang besar adalah organisasi yang tunduk pada konstitusinya, bukan pada kepentingan segelintir pihak," tutupnya.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Jadi Tersangka, Mantan Jampidsus Kejagung Dicekal ke Luar Negeri
Kortas Tipikor Polri Tetapkan Febrie Ardiansyah dan DR Jadi Tersangka, Rudi Margono Plt Jampidsus
KAMAK Desak Kortas Tipikor Polri Tetapkan Tersangka: Sudah 13 Lokasi Berbeda Digeledah
Jampidsus Bantah Dirinya Mundur
AMPI Sumut Jumpa Bobby Nasution Lapor Pelantikan Pengurus
9 Nama Lulus Calon Direksi PT Bank Sumut: Ini Daftar 6 dari Internal 3 dari Eksternal Tetapi Belum Jelas ke OJK
Komentar