Banjir Kembali Rendam Ratusan Rumah di Serbelawan, Pemerintah Harus Cari Solusi

Redaksi - Jumat, 31 Juli 2026 02:51 WIB
Banjir Kembali Rendam Ratusan Rumah di Serbelawan, Pemerintah Harus Cari Solusi
Poto: Istimewa
Rumah warga di Serbelawan terendam air.
drberita.id -Banjir kembali merendam kawasan Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat 31 Juli 2026, dini hari. Ratusan rumah terendam air akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Luapan air menggenangi permukiman warga dan ruas jalan, hingga mengakibatkan aktivitas warga terganggu. "Peristiwa ini bukan yang pertama," ucap Wan Agus Yahya.

Warga mengaku banjir telah menjadi persoalan yang terus berulang hampir setiap tahun. Namun hingga kini belum terlihat solusi permanen dari pmerintah yang mampu mengatasi akar permasalahan.

Wan Agus Yahya yang juga Ketua Investigasi LSM Bintang Rakyat, menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang tidak perhatian dengan permukiman warga di Serbelawan yang selalu terkena banjir.

Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata Wan Agus Yahya, harus bertanggungjawab atas peristiwa banjir yang terus menghantui warga.

"Banjir ini sudah terus berulang setiap tahun. Warga berhak mengetahui apa penyebab utamanya dan apa langkah nyata pemerintah untuk mengatasinya. Jangan sampai warga terus menjadi korban akibat lambannya penanganan banjir ini," ujarnya.

Wan Agus Yahya meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, normalisasi sungai, tata ruang, hingga dugaan alih fungsi lahan yang berpotensi memperparah.

Menurutnya, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyusun program penanganan banjir yang terukur dan berkelanjutan, bukan hanya memberikan bantuan saat banjir datang.

Warga berharap pemerintah segera turun langsung ke lokasi untuk mendata dampak banjir, memberikan bantuan kepada warga, sekaligus menyampaikan langkah konkret agar musibah yang sama tidak terus berulang setiap tahun.

"Banjir tidak boleh lagi menjadi agenda tahunan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi permanen, bukan sekadar respons ketika air sudah menggenangi rumah warga," tutup Wan Agus Yahya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru