Palestina Hilang dari Google Maps, Mahasiswa UI Imbau Umat Islam Gunakan Yandex Maps
drberita.id | Google Maps kembali membuat heboh jagat maya khususnya netizen global dengan hilangnya peta palestina dari pencarian atau Search Not Found.
"Umat Muslim memang sengaja dibuat kecewa oleh pihak Google Maps ( Situs Pencarian) karena telah melakukan tindakan fatal dengan menghapus Palestina dari peta," ujar Muhammad Ichsan, Mahasiswa Pascasarjana Asia Tenggara FIB UI dalam keterangan tertulis, Sabtu 19 Juli 2020.
Baca Juga: Muzakir Manaf Pimpin Rapat Teknis Pemulangan Warga Aceh dari Malaysia
Ichsan mengimbau masyarakat khususnya umat Muslim untuk tidak lagi menggunakan Google Maps sebagai petunjuk peta. "Silahkan gunakan Yandex.com atau Yandex Maps (milik Rusia). Di sana peta Palestina tidak dihapus artinya masih ada. Kita telah memasuki pada perang global big data atau perang urat syaraf (psywar) secara horizontal," kata Ichsan.
Psyawar (Psycological Warfare) atau disebut perang urat syaraf adalah suatu bentuk serangan propaganda yang dilancarkan dua atau lebih pihak yang saling bertentangan pendapat.
Kata Ichsan, Psywar menurut William E.Daugherty dan Morris Janowitz dalam bukunya, A Psycological Warface Casebook, dapat didefenisikan sebagai "Penggunaan secara berencana propaganda dan kegiatan kegiatan lainnya yang direncanakan untuk mempengaruhi pendapat, emosi, sikap, dan perilaku pihak musuh, pihak netral dan pihak kelompok asing yang bersahabat dalam rangka mendukung pencapaian sasaran dan tujuan nasional".
Baca Juga: LIPI Ingatkan Dosen Akan Pentingnya Publikasi Karya Ilmiah
Jenis pertama dalam Psywar adalah prinsip "Upaya Meninggi dan Menginjak Lawan". Maka dapat disimpulkan penghapusan Palestina dalam peta google maps adalah tindakan Pyswar Border atau Perang Urat Syaraf Lintas Batas.
"Ini bagian dari propaganda halus pihak Israel atau anteknya Amerika untuk pemetaan konflik di timur tengah dan reaksi pihak-pihak yang bertentangan dengan rencana aneksasi Israel ke wilayah Palestina," jelas Ichsan.
(art/drb)
Setelah Bertemu, Mahasiswa Mogok Makan Siap Pasang Badan Bela Rektor UINSU
Aksi Mogok Makan, Rektor UINSU: Mereka mahasiswa yang cerdas
Konsolidasi Terbuka Dugaan Korupsi UINSU Tetap Dilaksanakan
Memerdekakan Rohingya dalam Bingkai Rumah Besar ASEAN (Part-1)
Ratusan Mahasiswa Cari Rektor UINSU Pertanyakan Uang Kuliah