Pesan Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80: Transformasi Polri Hadapi Tantangan Global
Redaksi - Rabu, 01 Juli 2026 14:50 WIB
Poto: Istimewa
Hari Bhayangkara ke 80 di Polda Sumut.
drberita.id -Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Polri dinilai tidak lagi cukup bekerja secara reaktif, tetapi harus mampu mengantisipasi setiap ancaman melalui pendekatan yang prediktif dan adaptif.
Presiden Prabowo Subianto pun meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mempercepat transformasi menuju institusi modern yang mampu menghadapi perubahan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam amanat Hari Bhayangkara ke-80 yang dibacakan Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol. Sonny Irawan saat memimpin upacara di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Rabu (1/7/2026).
Dalam amanatnya, Prabowo menyoroti perubahan lingkungan strategis dunia yang dipengaruhi rivalitas geopolitik, perang siber, kejahatan lintas negara, hingga ketidakpastian ekonomi global. Situasi tersebut dinilai akan berdampak langsung terhadap stabilitas keamanan nasional.
Karena itu, Prabowo meminta seluruh jajaran Polri meningkatkan kemampuan membaca setiap perkembangan situasi serta merespons secara cepat setiap potensi ancaman yang muncul.
"Polri tidak lagi bekerja secara reaktif, melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam merespons dampak dinamika global serta menjawab setiap tuntutan publik," demikian amanat Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa transformasi Polri harus diwujudkan melalui lima langkah strategis, yakni memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan fleksibilitas organisasi, serta memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan masyarakat.
Selain itu, Prabowo juga meminta Polri memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat transparansi, mempercepat respons terhadap keluhan masyarakat, serta membangun komunikasi publik yang lebih terbuka.
Tantangan keamanan di era digital berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Karena itu, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar Polri mampu menghadapi ancaman multidimensional, mulai dari kejahatan siber hingga kejahatan transnasional.
Prabowo menegaskan, Polri masa depan harus menjadi institusi yang berbasis data, adaptif terhadap perubahan, kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sumut berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Provinsi, pejabat utama Poldasu, pimpinan instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.
Menutup amanatnya, Prabowo mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan akan semakin berat. Namun dengan terus berbenah, memperkuat integritas, serta menjaga kepercayaan masyarakat, Polri diyakini mampu menjadi institusi yang semakin profesional dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang aman dan maju.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
5 Indikator Utama Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80
Aktivis 98 di Sumut Pasang Badan Untuk Prabowo-Gibran, Sampaikan 8 Sikap Politik
Ada Masalah Hukum, Begini Cara Lapor Layanan Konsultasi Reserse di Bareskrim Polri
Anggota DPRD Kota Medan Ingatkan Ancaman Global Rusak Ideologi Bangsa Gen Z dan Alpha
Kapolri: Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Untuk Diserahkan ke Kejaksaan
Kompol Jama, Perwira Polri Bermental Kuat Hadapi Panjahat
Komentar