Presiden Alokasi Rp.2 Triliun Untuk Konservasi Taman Nasional Way Kambas dan Polisi Hutan Capai 70 Ribu
drberita.id -Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran Rp.2 triliun untuk konservasi Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penguatan komitmen pemerintah dalam perlindungan satwa liar dan ekosistem strategis nasional.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan anggaran tersebut dikhususkan untuk pemulihan dan peremajaan kawasan Way Kambas yang selama ini menjadi habitat penting gajah Sumatra.
"Pak Prabowo sudah sampaikan bahwa pemerintah akan mengalokasikan 120 juta dolar AS atau sekitar Rp.2 triliun untuk konservasi Way Kambas. Anggaran Rp.2 triliun itu khusus untuk Way Kambas," kata Hashim di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.
Pemerintah juga menyiapkan penguatan aparat pengamanan kawasan konservasi melalui penambahan personel polisi kehutanan secara signifikan untuk menjaga taman nasional di seluruh Indonesia.
Hashim memerinci, saat ini sekitar 57 taman nasional hanya dijaga oleh sekitar 5.000 polisi kehutanan. Presiden memutuskan penambahan personil hingga mencapai 70 ribu guna memastikan perlindungan kawasan berjalan efektif.
"Forest rangers ini nanti akan ditambah dari 5.000 menjadi 70.000. Itu keputusan langsung Presiden, dan Menteri Kehutanan akan melaksanakan. Anggaran akan disediakan dari APBN," ujar Hashim.
Kebijakan tersebut mencerminkan kehendak politik pemerintah untuk menegakan perlindungan lingkungan hidup secara serius. Presiden menilai konservasi satwa liar dan ekosistem hutan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional.
Selain konservasi Way Kambas, kata Hashim, Presiden juga memperkuat penegakan hukum lingkungan agar undang undang lingkungan hidup, termasuk regulasi pengelolaan sampah, ditegakan secara konsisten dengan konsekuensi hukum bagi pelanggar, termasuk kepala daerah yang abai.
Langkah tersebut dengan upaya pembiayaan berkelanjutan melalui pasar karbon nasional dan program iklim global.
"Pemerintah menempatkan konservasi hutan dan taman nasional sebagai bagian dari strategi menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menghadapi perubahan iklim," kata Hashim.
Mustahil Presiden Prabowo Tidak Faham Dampak Buruk Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS
Hasil Autopsi Jasad Cewek Asal NTT Sudah Keluar, Tapi Polisi Belum Mau Menjelaskan
GPA Minta Tito Karnavian Tindak Tegas Walikota Medan Liburan ke Luar Negeri Saat Presiden Resmikan 1.061 KDMP
Polisi Bandar Narkotika Ditangkap Polres Tapteng
Sekolah Rakyat: Bingkai Foto Presiden dan Wakil Presiden Senilai Rp 4 Miliar, 2 Pejabat Dibebastugaskan