PSI Protes Pemilu Curang ke KPU dan Bawaslu
Ada Dugaan Intervensi ke Capres
Redaksi - Senin, 12 Februari 2024 11:14 WIB
Poto: Istimewa
PSI Taout aksi ke Kantor KPU dan Bawaslu.
drberita.id -Protes dugaan intimidasi pemilih yang bisa menyebabkan kecurangan pada Pemilu 2024 menjadi sorotan PSI di Tapanuli Utara (Taput). Kantor Bawaslu dan KPU pun menjadi sasaran.
DPD PSI Taput menggeruduk Kantor KPU dan Bawaslu Taput. Tidak tanggung tanggung, Ketua DPD PSI Taput, Roni Prima Panggabean langsung memimpin aksi protes tersebut, Jumat, 9 Februari 2024.
"Aksi protes ini sengaja kami lakukan karena adanya dugaan kuat intervensi melalui oknum pejabat Pemkan Taput kepada honorer, PPPK, ASN, perangkat desa, kepala desa. Kemudian, dinas dinas, termasuk di lingkungan kecamatan untuk memenangkan calon tertentu pada Pemilu serentak 14 Februari 2024 mendatang," tegas Roni Panggabean dalam orasinya.
Roni mengatakan aksi protes dilakukannya bersama kader PSI Taput ke Kantor KPU dan Bawaslu sebagai bentuk tanggungjawabnya dan dilindungi konstitusi yakni hak untuk menyatakan pendapat, berserikat, dan berkumpul.
"Dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) ini bukan tanpa alasan. Sebagai bukti, ada kami temukan terpampang gambar pasangan calon presiden wakil presdien Nomor 03 di kantor kelurahan," jelas Roni.
Ditegaskan Roni, indikator semakin kuatnya dugaan kecurangan secara TSM untuk memenangakan calon presiden dan wakil presiden semakin nyata karena adanya mobil dinas yang saat ini diduga sudah dibranding oleh pendukung pasangan capres-cawapres nomor 03.
"Hal ini juga sudah kita sampaikan dalam tuntutan kami dalam aksi protes tersebut. Sebab, kami menduga ada pembiaran oleh Bawaslu Taput. Kami menganggap, lembaga negara yang bertugas melakukan pengawasan Pemilu itu tidak bekerja secara profesional," tegasnya.
Apalagi, ungkap Roni, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pemilu dan pasangan calon tertentu dilarang oleh undang undang.
"Penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pasangan calon tertentu tampak jelas dan nyata di Taput. Patut diduga, ini telah melanggar kode etik dan patut diduga adanya perbuatan melawan hukum," ungkap Roni.
Karena itu, kata Roni, pihaknya sangat prihatin melihat situasi dan kondisi Taput.
"Pemilu seharusnya menjadi tempat lahirnya pemimpin pemimpin yang berhati nurani dan berintegritas, bukan dijadikan sebagai wadah hanya pemenangan salah satu partai," katanya.
Oleh sebab itu, Roni dengan lantang menyerukan kepada seluruh masyarakat Taput untu tidak takut dan melawan segala bentuk intimidasi yang dilakukan secara TSM.
"Jangan takut. Jangan mau diintervensi dan diintimidasi, khususnya bagi seluruh honorer, PPPK, ASN kelurahan, dan kecamatan, baik di lingkungan sekolah dan seluruh dinas. Kepada masyarakat Taput, mari gunakan hak pilihmu dengan hati nuranimu," seru Roni.
Kemudian, Roni menuturkan, pada aksi protes itu, DPD PSI Taput, menyoal dugaan adanya pertemuan oknum Komisioner KPU, Bawaslu, Panwaslu dan PPK dengan salah satu kader atau pengurus partai.
"Jika kondisi ini telah terjadi, lantas di mana netrlaitas KPU? Artinya, kondisi Tapanuli Utara tidak sedang baik baik saja. Dalam kata lain bisa disebut sudah dalam kondisi keruntuhan demokrasi. Sudah tidak ada lagi nilai keluhuran demokrasi, dalam hal ini KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu 'memperkosa' nilai-nilai demokrasi. Buktinya kami lampirkan dalam tuntutan kami," tutur Roni seraya mengaskan KPU Taput tak profesional.
Sekaitan dengan itu, tegas Roni, kami meminta jajaran Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) agar secara intensif melakukan operasi pengawasan di detik detik terakhir menjelang Pemilu 2024.
"Seperti yang sudah dikatakan, dugaan kondisi ini sudah terstruktur, sistematis, massif mulai dari honorer sampai pimpinan ASN. Namun, PSI Taput yakin dan percaya bahwa jajaran Gakkumdu dapat bekerja secara Optimal. kita dukung itu dengan segala daya dan upaya," tegas Ketua DPD PSI Taput ini.
Kemudian, Roni Prima Panggabean menerangkan, tudingan ketidakprofesionalan KPU tersebut bukan tanpa alasan.
PSI punya catatan masa lalu ketika KPU melakukan verifikasi faktual bersama partainya. Saat itu, salah seorang ketua PSI dikecamatan dinyatakan tidak dapat ditemui. Padahal, secara terang benderang berfoto Bersama dengan jajaran KPU dan diverifikasi namun ditulis tidak dapat ditemui dan petugas KPU masih orang yang sama.
"Hal inilah tentunya yang mendasar bagi kami. PSI melihat bagaimana jika ini terjadi terhadap partai-partai lain, bagaimana jika ini terjadi terhadap calon legislatif lain, bahkan terjadi kepada salah satu Pasangan Capres, hal tidak menutup kemungkinan akan terulang kembali," tegas Roni.
Sebagai penutup orasinya, Roni Prima Panggabean mengibaratkan kondisi Pemilu di Taput tak ubahanya seperti kecelakaan seseorang yang sudah ditabrak namun hanya dilihat-dilihat saja tidak ada tindakan.
"Sekali lagi, jangan takut. Pada tanggal 14 Februari 2024 nanti kita akan menyerukan kepada masyarakat Tapanuli Utara dan termasuk kepada seluruh saksi-saksi Koalisi Indonesia Maju, jangan takut jika diintimidasi di TPS. Kita lawan, viralkan foto dan vidiokan," pungkas Ketua Lembaga Kajian Regulasi Advokasi Penegakan Hukum Jakarta ini.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Jaksa Agung Ingatkan Profesionalisme dan Keberanian Jajaran di Daerah Lawan Pelaku Korupsi
Dugaan Korupsi Makan dan Perjalanan Dinas di Bappeda Tebingtinggi Dilapor ke Polisi
FABEM Desak Kejaksaan Tangkap Pemilik Rekening Korupsi Smartboard Langkat
Warga NTT dan Keluarga Minta Polsek Medan Sunggal Otopsi ART Tewas Gantung Diri
Kejagung Sita Puluhan Aset Perusahaan dan Tersangka Korupsi Ekspor CPO di Raiu dan Medan
Jika Bobby Nasution Antikorupsi, Sulaiman Harahap yang Cocok Jadi Plt Kadis PUPR Sumut
Komentar