Refleksi Tahun 2022: Edy Rahmayadi Urai Skenario Ekonomi Terburuk Tahun 2023
Poto: Istimewa
Gubsu Edy Rahmayadi
drberita.id | Sepanjang tahun 2022, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berupaya meredam gejolak perekonomian, terutama peningkatan inflasi khususnya harga kebutuhan pangan yang meningkat akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.
Kenaikan itu di antaranya kenaikan suku bunga yang membuat biaya modal menjadi lebih mahal, pelemahan mata uang tupiah, kenaikan harga pupuk, yang mendera perekonomian Sumatera Utara di tengah harapan pemulihan ekonomi diawal tahun 2023.
Pada tahun 2021 Perekonomian Sumatera Utara sudah mampu tumbuh positif 2,61 yang sebelumnya dimasa pandemik sempat mengalami kontraksi -1,07 persen. Kinerja Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara terus mengalami peningkatan selama tahun 2022, dimana Triwulan I 2022 tumbuh 3,90 persen, kemudian berlanjut di Triwulan II tumbuh 4,7 persen, dan Triwulan III tumbuh 4,97 persen.
Kenaikan itu didorong dengan meningkatnya konsumsi dengan naiknya daya beli masyarakat, meningkatnya sektor usaha pertanian dan meningkatnya kinerja ekpsor terutama ekspor turunan dari Kelapa Sawit yang merupakan produk unggulan Sumatera Utara sehingga diharapakan pada akhir tahun 2022 perekonomian Sumatera Utara dapat tumbuh 5,0 persen yang akan didorong oleh Belanja Pemerintah melalui stimulus APBD tahun 2022.
Disamping meningkatnya pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan juga menurun menjadi 8,42 persen yang sebelumnya 8,49 Persen.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam refleksi kinerja Perekonomain Sumatera Utara tahun 2022.
Pemulihan perekonomian setelah pandemik Covid-19 tidak berjalan mulus, karena dihadapkan dengan meningkatnya Inflasi, terutama dampak dari kebijakan kenaikan BBM Bersubsidi memacu Inflasi, dimana pada bulan September dan Oktober tingkat Inflasi tahunan di Sumatera Utara sempat mencapai 6,14 persen.
Pemerintah Sumatera Utara melalui berbagai strategi yang dijalankan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berhasil menurunkan Inflasi sampai bulan November turun menjadi 5,03 persen dan dibawah rata-rata tingkat Inflasi Nasional. Atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mengendalikan Inflasi, Pemerintah Pusat memberikan penghargaan dengan memberikan anggaran sebesar 10,3 Miliar Rupiah.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menguraikan berbagai program yang dijalankan oleh Pemerintah Sumatera Utara untuk pengendalian Inflasi mulai dari penguatan sisi produksi seperti pemberian bibit tanaman, ikan dan ternak kepada petani, pemberian pupuk organik, pemberian bantuan sarana dan prasarana produksi bagi UMKM, pemberian alat tangkap ikan bagi nelayan.
Memperbaiki jalur distribusi melalui peningkatan penggunaan e-commerce bagi UMKM, pembangunan aplikasi distribusi penjualan cabai, mengoptimalkan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yakni perdagangan antara daerah surplus ke daerah yang defisit di Sumatera Utara, peningkatan penggunaan produk dalam negeri untuk mengurangi inlasi karena impor dan melakukan pasar murah dan operasi pasar secara massif.
Untuk jangka panjang pengendalian inflasi dilakukan dengan berupa pembangunan sentra pertanian terpadu di Kabupaten Dairi seluas 400 hektar tanaman hortikultura. Dengan berbagai intervensi program tersebut harga harga dapat dikendalikan sekaligus mengurangi disparitas harga antar wilayah di Sumatera Utara.
Pemerintah Sumatera Utara sangat sadar bahwa Inflasi yang tinggi akan mengurangi daya beli, dan pada akhirnya akan meningkatkan kemiskinan. Karena itu intervensi Pemerintah Probisnis Sumatera Utara di sisi supply akan dapat mengurangi biaya produksi sehingga harga pada tingkat konsumen menjadi terjangkau, namun petani tetap mendapatkan harga yang wajar sehingga Nilai Tukar Petani (NTP) dapat terjaga dan petani menjadi sejahtera.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengintervensi pengendalian inflasi dari sisi demand, dengan berupaya menahan daya beli masyarakat agar tidak turun dengan memberikan perlindungan sosial.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sembako yang jumlahnnya dianggarkan di APBD sebesar 77,6 miliar rupiah terdiri dari dana Bantuan Sosial (Bansos) sebesar 58,7 miliar rupiah, penciptaan lapangan pekerjaan sebesar 5,1 miliar rupiah dan Perlindungan Sosial sebesar 13,3 miliar rupiah dan Bantuan Subsidi Transportasi bagi masyarakat tidak mampu sebesar 4 miliar rupiah.
Intervensi dari sisi penawaran dan dari sisi demand yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat menahan laju inflasi sekaligus mendorong pemulihan ekonomi agar terus dapat berlanjut tumbuh positif.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan pilihan di masa sulit ini memang harus melihat perekonomian secara komprehensif, kita tidak hanya mengendalikan Inflasi semata, tetapi berbarengan dengan pengendalian Inflasi, kita juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui stimulus ekonomi dan memberikan bantuan sosial sehingga daya beli masyarakat bisa tetap kita sokong, mengingat bahwa 51 persen perekonomian Sumatera Utara sumbernya ditopang dari sisi konsumsi.
Selain itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di berbagai kesempatan mendorong semua perbankan, baik Bank Pemerintah (HIMBARA) dan Bank Pemerintah Daerah seperti PT. Bank Sumut maupun bank bank swasta agar menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah 3%, dimana pada tahun 2022 KUR dapat terealisasi melebihi target, dimana realisasi sampai dengan 30 Desember KUR mencapai 18,6 triliun rupiah, dengan target 18 triliun rupiah atau tercapai 103 persen.
Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa tantangan perekonomian tahun 2023, di prekdiksi banyak kalangan seperti IMF dan Bank Dunia dibayangi dengan bayang bayang gelap adanya resesi dan gangguan ekonomi, terutama dikarenakan kondisi ekonomi di luar yang membuat gangguan pada ekonomi domestik.
Kondisi ini banyak di luar kemampuan kita untuk mengendalikannya, yang bisa kita lakukan adalah membangun mitigasi, sekalipun sulit untuk mengukur seberapa jauh mitigasi tersebut dapat menghindarkan kita dari gejolak ekonomi yang tak terduga.
Untuk memitigasi agar dampak resesi global tidak terjadi di Sumatera Utara, maka Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi telah menyusun serangkaian mitigasi resiko perekonomian 2023 yakni dengan mengandalkan APBD 2023 sebagai stimulus untuk bisa memperkuat sektor ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, hilirisasi hasil hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah serta memberdayakan UMKM.
Penggunaan teknologi dan digitalisasi baik di sektor hulu maupun di sektor hilir, juga pembangunan infrastruktur terutama jalan jalan provinsi dan pembangunan bendungan dan irigasi serta memperkuat dan memperluas penggunaan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan impor pupuk serta pengembangan pariwisata lokal yang dapat meningktkan kunjungan wisata baik asing maupun lokal.
Untuk pembangun infrastruktur jalan sudah dengan metode multi years membangun jalan provinsi 450 KM yang diharpakan tahun 2023 akan rampung.
Lebih lanjut Gubernur Sumatera Utara menguraikan bahwa adanya ketidakpastian perekonomian ini mengingat eskalasi geopolitik yang belum sirna malah justru yang kian meningkat dan adanya perlambatan perekonomian di mitra dagang Sumatera Utara, sepertu USA dan Tiongkok.
Karena itu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, perlu mempersiapkan masyarakat dengan memberikan edukasi untuk berhadapan dengan skenario terburuk yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi kita ada pada masyarakat, karena itu masyarakat harus dibangun, agar masing-masing mempersiapkan diri untuk memitigasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi ditengah harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun 2023 dengan terus optimis, produktif dan kreatif.
Pengalaman kita menghadapi krisis-krisis sebelumnya seperti Krisis Moneter tahun 1997, Krisis Keuangan Global tahun 2008 dan Krisis Ekonomi karena Pandemik Covid-19 membuat kita kaya pengalaman, menjadi kreatif, Di setiap krisis selalu muncul ide dan solusi atas persoalan-persoalan yang ada membuat masyarakat kitab isa bertahan dan dan tumbuh.
Memasuki tahun 2023, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi berharap kepada seluruh masyrakat Sumatera Utara untuk terus memanjatkan doa, sembari terus berusaha dan beriktiar agar ekonomi kita semakin efesien, jauhkan pungli, semakain produktif dan berdaya saing.
Pemerintah Sumatera Utara menghimbau agar masyarakat tidak panik, tetapi selalu optimis dan terus menghasilkan karya-karya kreatif, terlebih khusus bagai generasi milienal yang secara struktur demografi jumlahnya mencapai 56 persen dari struktur penduduk yang ada saat ini, diyakni sebagai salah engine perubahan sekaligus engine pertumbuhan ekonomi dengan segala ide kreatifitasnya. Dan dengan memperhatikan semuanya itu, Sumatera Utara di tahun 2023 di yakini akan terhindar dari jurang resesi ekonomi. Semoga.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Sumatera Utara Hampir Punya PLTG di Kabupaten Batubara, Saat Edy Rahmayadi Gubernur Sumut
Keributan Halalbihalal KAMMI di Kantor Gubsu Berujung Laporan ke Polisi, Anggota DPRD Sumut Terlibat
Sidang Korupsi DJKA, Uang Untuk Pilpres dan Pilgubsu, Hakim: Minta KPK Hadirkan Budi Karya dan Lokot Nasution
Buruh Sumut Gruduk Kantor Gubsu Bobby Nasution Tuntut Kenaikan UMP 10,5% dan Perumahan Subsidi
KPK Diminta Periksa Mantan Pj Gubsu Agus Fathoni dan 4 Orang Lainnya Agar Terungkap Pergeseran APBD Sumut
Buruh Batal Demo ke Polda dan Kantor Gubsu, Fokus ke DPRD Sumut
Komentar