Uji Vaksin China Harus Dimulai dari Pejabat Eksekutif Hingga Relawan Jokowi
Foto: Istimewa
Muhammad Ichsan
drberita.id |Pemerintah mengajak masyarakat luas untuk bergabung menjadi relawan uji klinis vaksin Corona. Vaksin yang akan diuji adalah hasil kerja sama antara BUMN farmasi, Bio Farma dengan perusahaan asal China, Sinovac.
Direktur Fokusparlemen Institute, Muhammad Ichsan berharap pengujian vaksin dari China harus dilakukan atau diawali dari Pejabat/Petinggi Negara, Eksekutif serta Legislatif hingga relawan Jokowi.
"Jika hasilnya keluar aman baru ke bawah (Grass Root) rakyat," ujar Ichsan, Rabu 29 Juli 2020.
Mahasiswa Magister Kajian Asia Tenggara FIB UI ini menambahkan, yang menjadi relawan pertama uji vaksin corona asal China ini harus Presiden Jokowi.
"Kita meminta relawan vaksin perdana diawali Presiden, Menteri kemudian Legislatif MPR, DPR, DPD serta pejabat DPRD. Pejabat setingkat mereka harus mau diuji dengan menyuntikkan vaksin made in China sinovac tersebut lebih dulu," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memaparkan, masyarakat yang mau jadi relawan syaratnya harus berumur 18 hingga 59 tahun. Calon relawan juga tidak sedang melakukan uji klinis apapun.
Kemudian calon relawan juga tidak memiliki riwayat terinfeksi virus Corona. Relawan juga tidak memiliki penyakit bawaan lainnya.
Sebagai informasi, Bio Farma sendiri butuh 1.620 relawan untuk menjajal vaksin dari China ini. Head of Corporate Communication PT Bio Farma, Iwan Setiawan mengatakan uji klinis vaksin sendiri akan dilakukan mulai bulan Agustus. Uji klinis dilakukan selama 6 bulan lamanya.
"Secara scientific memang 6 bulan itu adalah waktu yang optimal untuk melihat bagaimana reaksi dari vaksin ini. Jadi dari sisi regulasi maupun bukti scientific nya kita harus penuhi persyaratannya," tutur Iwan dalam acara Market Review dengan IDX Channel, Kamis 23 Juli 2020.
Saat ini, uji coba tahap III vaksin Corona dari Sinovac sendiri tidak hanya dilakukan oleh Indonesia saja. Beberapa negara lainnya juga melakukan uji klinis serupa menggunakan bibit vaksin dari Sinovac, diantaranya Brazil, Bangladesh, dan Turki. Setelah uji coba dinyatakan berhasil, maka masing-masing negara siap memproduksi vaksin tersebut secara massal.
(art/drb)
SHARE:
Editor
:
Berita Terkait
Kejati Sumut: Status BW alias Baron Tunggu Hasil Persidangan Korupsi Smartbord Langkat
Polda Sumut OTT 5 Orang dari Dinas Kominfo Tebingtinggi
Pelantikan TP PKK Medan 2025-2030: Pesan Walikota Jauhkan Gadget dari Dalam Rumah Demi Pendidikan Anak
Heru Mardiansyah Pimpin Forkom IJK Sumut 2026-2027: Kehormatan Plus Tanggung Jawab Berat
Wong Chun Sen Desak Polsek Sunggal Tangkap Pembacok Erwin Dani Sinaga
Dapat Dukungan Kementerian PKP, Program Perumahan di Perbatasan Jadi Prioritas Mendagri dan BNPP
Komentar