Bank Sumut Peroleh Kuota Penyaluran KUR PMI Rp15 miliar: Bantu Pekerja Migran ke Luar Negeri

Redaksi - Rabu, 22 Juli 2026 19:34 WIB
Bank Sumut Peroleh Kuota Penyaluran KUR PMI Rp15 miliar: Bantu Pekerja Migran ke Luar Negeri
Poto: Istimewa
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional PT Bank Sumut Sandhy Sofian teken KSO dengan 3 LPK-SO.
drberita.id -Kredit Usaha Rakyat Penempatan Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) Bank Sumut terbentuk untuk mendukung upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja, sekaligus meningkatkan perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia.

"Kesempatan bekerja di luar negeri menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup. Namun, tidak sedikit calon pekerja migran yang terkendala biaya pada masa persiapan keberangkatan. Melalui KUR PMI, Bank Sumut hadir memberikan solusi pembiayaan yang terjangkau sehingga masyarakat dapat berangkat dengan lebih tenang dan terlindungi," ujar Direktur Teknologi Informasi dan Operasional PT Bank Sumut Sandhy Sofian, Rabu 21 Juli 2026.

Program KUR PMI Bank Sumut tersebut berkerjasama dengan 3 Lembaga Pelatihan Kerja - Sending Organization (LPK-SO) di Sumatera Utara.

Sandhy Sofian mengatakan peluncuran KUR PMI merupakan wujud komitmen Bank Sumut dalam akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat yang memiliki kesempatan bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi.

PMI memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kontribusi devisa yang dihasilkan setiap tahun. Akses terhadap pembiayaan yang legal dan terjangkau menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan devisa sejak sebelum diberangkatkan.

"KUR PMI Bank Sumut dapat dimanfaatkan untuk membiayai kebutuhan selama masa pra-penempatan, mulai dari pelatihan, sertifikasi, pemeriksaan kesehatan, pengurusan dokumen, hingga biaya keberangkatan," jelasnya.

Sandhy juga mengatakan produk KUR PMI menawarkan suku bunga sebesar 6 persen efektif per tahun, tanpa biaya administrasi dan provisi, tanpa agunan tambahan, dengan plafon pembiayaan hingga Rp100 juta. Selain itu, tersedia fasilitas grace period selama maksimal tiga bulan, agar PMI memiliki waktu beradaptasi sebelum mulai melakukan pembayaran angsuran.

Shandy pun berharap kehadiran KUR PMI dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah di Sumatera Utara. Semakin banyak masyarakat yang memperoleh pekerjaan secara legal di luar negeri, semakin besar pula peluang peningkatan kesejahteraan keluarga dari pendapatan dan remitansi yang diterima.

"Program ini bukan sekadar pembiayaan. Kami ingin menciptakan ekosistem yang memberikan kemudahan calon pekerja migran, mulai dari akses pembiayaan, proses pelatihan, hingga keberangkatan. Pada akhirnya, yang ingin kita bangun adalah sumber daya manusia yang kompetitif dan mampu bersaing di pasar kerja internasional," katanya.

Dalam mendukung implementasi program tersebut, Bank Sumut terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dinas Ketenagakerjaan, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta LPK-SO yang legal.

Pada tahap awal, Bank Sumut memperoleh kuota penyaluran KUR PMI sebesar Rp15 miliar. Kuota tersebut diperkirakan mampu menjangkau sekitar 2.500 calon pekerja migran dan peserta magang asal Sumatera Utara yang akan berangkat ke berbagai negara tujuan.

Bank Sumut pun menandatangani Perjanjian Kerja Sama (KSO) dengan 3 LPK-SO, yakni PT Aoki Mori Indonesia, Yayasan LPK Koufuku Daruma Indonesia, dan PT Gapindo Gemilang Prestasi Indonesia.

Ketiga lembaga tersebut akan menjadi mitra Bank Sumut mempersiapkan calon pekerja migran yang kompeten, berdaya saing, dan siap bekerja ke luar negeri.

"Kami berharap KUR PMI dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meraih peluang kerja global sekaligus membawa manfaat ekonomi bagi keluarga, daerah, dan bangsa. Inilah komitmen Bank Sumut untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan membangun Sumatera Utara," tutup Shandy.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru