Puluhan Murid TK dan SD di Deli Serdang Disuruh Mundur dari Program MBG

Redaksi - Rabu, 22 Juli 2026 13:16 WIB
Puluhan Murid TK dan SD di Deli Serdang Disuruh Mundur dari Program MBG
Poto: Istimewa
Surat pernyataan mengundurkan diri dari progam MBG di TK dan SD Swatas Bintang Pertiwi, Kabupaten Deli Serdang.
drberita.id -Kasus keracunan makanan MBG puluhan murid TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi di Jalan Tani Asli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berbuntut pangang. Para orang tua murid disuruh mengundurkan diri dari progam MBG.

Para orang tua murid TK dan SD pun mempertanyakan surat pernyataan yang berisi pengunduran diri anak dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, pada Senin, 13 Juli 2026, sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan Program MBG di lingkungan sekolah. Menurut keterangan dari orang tua murid, gejala baru dirasakan pada malam hari setelah anak mereka kembali ke rumah.

Sekira 10 murid TK dan 35 murid SD Swasta Bintang Pertiwi mengalami keluhan yang sama keracunan makanan. Pada 18 Juli 2026, telah digelar pertemuan antara pihak sekolah, penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan para orang tua murid.

Dalam forum tersebut, menurut keterangan orang tua murid, pihak SPPG menyampaikan biaya pengobatan siswa yang dirawat di rumah sakit maupun klinik akan ditanggung PIC SPPG yang disebut bernama Eva.

Namun di tengah proses penyelesaian biaya perobatan, muncul surat berjudul "Pernyataan Mengundurkan Anak Saya dari Program Makan Bergizi Gratis" bertanggal 15 Juli 2026. Keberadaan surat tersebut memicu tanda tanya di kalangan orang tua murid.

Para orang tua murid mengaku diminta menandatangani surat tersebut. Mereka mempertanyakan alasan munculnya surat pengunduran diri ketika penyebab pasti keluhan para murid masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari rumah sakit.

Kepala Sekolah TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi, Ita dikonfirnasi belum mau menjawab. Begitu juga PIC SPPG, Eva terkait biaya perobatan murid dan surat pengunduran diri dari program MBG belum menjawab.

Salah satu orang tua murid yang meminta identitasnya dirahasiakan AC (40) mengaku heran atas munculnya surat tersebut.

"Kami sudah ikut musyawarah. Yang kami harapkan sebenarnya penjelasan soal kondisi anak-anak dan hasil pemeriksaan. Tapi malah diminta menandatangani surat pengunduran diri dari Program MBG. Kami mempertanyakan maksud surat itu," kata AC kepada wartawan.

Menurut AC, hingga kini para orang tua murid masih menunggu penjelasan mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap para siswa di Rumah Sakit Royal Prima Medan sejak 14 hingga 16 Juli 2026.

Para orang tua murid TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi sampai saat ini masih menunggu penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang dab pihak SPPG.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru