Coffee Morning: UMKM dan Koperasi Bisa Jadi Korban Kebijakan Impor Tanpa Kuota
Redaksi - Minggu, 13 April 2025 17:24 WIB
Poto Istimewa
Coffee Morning Koperasi Keluarga Pers Indonesia di Hotel Sultan, Medan, Jumat 11 April 2025.
drberita.id -Ekonom Benjamin Gunawan mengatakan kebijakan pemerintah membuka keran impor tanpa kuota bisa berpotensi melemahkan pelaku usaha dan UMKM Indonesia, terutama paska Lebaran Idul Fitri dalam menghadapi perang dagang global.
"Jika kebijakan impor tanpa kuota benar benar dijalankan, kita harus waspada. Bisa bisa pasar kita kebanjiran barang dari luar, terutama dari Cina yang saat ini sedang kesulitan ekspor karena dikenakan tarif tinggi negara barat. Bisa jadi Indonesia sasaran empuk," ujar Benjamin Gunawan dalam Coffee Morning Koperasi Keluarga Pers Indonesia di Hotel Sultan, Medan, Jumat 11 April 2025.
Benjamin menilai kebijakan membuka keran impor tanpa kuota bisa menjadi bagian dari strategi negosiasi pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat di tengah tensi geopolitik dan perang dagang global.
Namun, dampaknya terhadap ekonomi dalam negeri harus menjadi perhatian serius.
"Ini bukan hanya soal tarif, tapi soal geopolitik dan dominasi pasar global. Kalau kita tidak hati-hati, bisa-bisa UMKM kita yang jadi korban," katanya.
"Padahal UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita, mereka menyumbang lebih dari 60 persen PDB dan menyerap 93 persen tenaga kerja," sambungnya.
Benjamin juga mengingatkan tantangan yang dihadapi UMKM saat ini bukan hanya keterbatasan akses pembiayaan, tetapi juga soal keberlanjutan usaha di tengah daya beli masyarakat yang menurun.
"Kita sedang berada dalam situasi ekonomi yang tidak biasa, penuh ketidakpastian. Pemerintah harus segera menyesuaikan regulasi agar pelaku usaha bisa bertahan. Salah langkah, risikonya bisa sampai krisis ekonomi," tegasnya.
Benjamin pun berharap forum Koperasi Keluarga Pers Indonesia bisa menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan dalam membangun ekosistem pembiayaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan untuk UMKM dan koperasi.
Ketua Koperasi Pers Indonesia Devis Karmoy menyebut Coffee Morning yang dilaksanakan sebagai pemicu untuk menggairahkan pelaku usaha UMKM dan koperasi di tengah isu perang dagang.
"Coffee morning ini sebagai trigger untuk membangkitkan pengusaha UMKM dan Koperasi dalam menghadapi situasi gonjang ganjing ekonomi kita saat ini," katanya.
Acara menghadirkan narasumber dari berbagai sektor strategis, yaitu Ahmad Abdullah Kepala Bidang Ritel PT. Bank Sumut, dan Laode Karsid Kepala Perwakilan LPDB Kementerian Koperasi dan UKM untuk Sumatera.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Bank Sumut Siap Jalankan Kebijakan Kementerian UMKM Melalui KUR Pascabencana
Pemuda Pancasila Borong Dagangan UMKM Jadi Takjil Untuk Pengendara Jalankan Ibadah Puasa
Kejati Sumut Pastikan Naik Kasus Dugaan Pembiayaan BSI ke Koperasi Karyawan Setuju PT. Asam Jawa
Sambut Mantan Menteri, PKB Sumut Akan Berdayakan Perempuan Milenial dan Kaum Ibu di Bidang UMKM
Pemulihan UMKM Terdampak Bencana Sumatera, Bank Sumut Siapkan Skema Sesuai Aturan OJK
Dana Hibah Pemprov Sumut Rp41 Miliar, Bukan untuk Pembangunan Gedung UMKM Square
Komentar